Sabtu, 26 Februari 2011

Minuman Ajaib?

PERHATIAN!
Tulisan ini tidak disensor! Semua pengucapan merk secara lugas n jelas semata-mata bukan untuk menjatuhkan, tetapi murni kebodohan Mas Tekolabi. (Sebenarnya malas ngasih simbol bint*ng-bint*ng).

Seperti biasa. Hari ini selepas kuliah 'Menggambar Rekayasa' gue n teman-teman seperguruan latihan basket di lapangan basket Fakultas Teknik Unlam. Biasanya gue bawa air suci (satu botol Fanta 1,5 Liter berisi air putih.), berhubung tas gue penuh berisi peralatan menggambar n buku-buku yang bisa dijadiin guling, dengan berat hati sambil nangis di perjalanan ke kampus gue tinggal tuh si air suci. Maafin gue.

Sudah bisa ditebak setelah latihan akan banyak mayat bergelimpangan akibat dehidrasi. Tetapi karena kami anak-anak Teknik Sipil yang ditempa seperti baja, diaduk seperti semen, sekuat beton bertulang n selentur kayu, kami cuma kelelahan yang amat sangat.

Seto n Ramzan sudah mengajak untuk minum-minum (minuman keras, soalnya di dalam minumannya ada es batu yang keras.) di warung 'Acil Byakugan' (jangan tanya, cukup datang ke warung tersebut n kalian akan mengerti.), tetapi berhubung hari sudah menjelang Maghrib n Mamah menunggu di rumah untuk dipukuli, gue yang tampan ini menolak secara halus. Seto n Ramzan memaklumi.

Gue n Revo berkelana menuju rumah, tapi rasa haus ini begitu mendera. Akhirnya gue menyerah. Gue harus menemukan oasis kehidupan. Tersebutlah sebuah minimarket di hadapan gue. Kumala minimarket. Gue pun memutuskan menuju ke sana.

Sebagai orang yang pelit berpikiran sesuai prinsip ekonomi, gue yang sedang ada di rak minuman melihat bermacam-macam minuman botol. Rata-rata harganya berkisar antara Rp. 4.500 sampai Rp. 6.000 dengan isi 300 mL. Tiba-tiba secercah cahaya ada dari beberapa buah botol dengan isi 500 mL. Gue baca harganya, Rp. 3.500. Waw, langsung gue ambil n menuju kasir.

Di luar, gue yang sudah kehausan segera membuka tutup botol. Dengan ekspresi liar n tetap ganteng seperti iklan, gue minum tuh isi botol. Pada tegukan pertama, HOPLA! Suara gue jadi bagus seperti Bruno Mars Haus gue langsung hilang! Luar biasa! Hebat pemirsa! Minuman ini selain murah, banyak, juga keren abis! T.O.P.B.G.T. dah! Mengapa begitu? Rahasianya terletak pada rasanya.

Rasanya itu lo pemirsa (gaya Om Bondan presenter Wisata Kuliner.), maknyos hambar n sepet-sepet, air putih langsung dari keran saja kalah! Gue langsung gak selera minum (makanya hausnya hilang). Mengapa begini? Terkontaminasi kah?

Ternyata:



Pesan moral: Telitilah sebelum membeli. Jangan terlalu pelit. Baca Basmalah sebelum minum, siapa tahu air putih terasa seperti susu coklat?

1 komentar: