Rabu, 10 September 2014

The First Theater

Tepat setahun lalu..

Setelah selesai pemberkasan n rapat koordinasi (sebagai tanggung jawab sebagai ketua senat) gue bergegas menuju terminal busway tepat di seberang Kantor Pusat DJBC. Dengan tas penuh berisi map berkas-berkas penting, terselip kertas hasil cetak empat hari yang lalu berisi verifikasi untuk nonton teater "Boku no Taiyou".

Ya, sudah lama gue memimpikan untuk menonton langsung teater JKT48 n akhirnya kesampaian begitu gue dipanggil untuk melakukan pemberkasan di Jakarta. Waktu itu yang terbersit bukannya membuat SKCK atau Surat Keterangan Sehat, adanya malah: "Semoga dapat verifikasi nonton teater!"

FYI, untuk menonton teater JKT48 kita mengikuti suatu mekanisme undian. Dimana kita melakukan apply tiket dulu sekitar beberapa hari sebelum teater berlangsung, n hanya orang-orang terpilih yang dapat menonton. Menang undian bukan berarti gratis, kita tetap bayar. Jika belum beruntung menang undian, masih ada kesempatan melalui WL atau waiting list, yaitu datang pas tanggal pertunjukan n berharap masih ada kursi kosong di dalam sehingga masih bisa ikut nonton. Tapi menurut hemat gue, kalau WL pasti dapatnya di belakang. So, gue menyerahkan harapan gue sepenuhnya pada "undian tiket" yang Alhamdulillahnya menang di kesempatan pertama. Teater tim KIII JKT48.

Sesuai petunjuk di situs JKT48, untuk menuju teater JKT48 yang berlokasi di fX. Turunlah di halte busway Gelora Bung Karno (GBK). Gue sebelumnya sekitar dua tahun yang lalu pernah naik busway sama temen gue yang kuliah di STAN, si Wima. Waktu itu gue dari Blok M naik busway ke Kota Tua, seingat gue lurus-lurus aja. Begitu di halte Kantor Pusat gue bingung lihat peta busway. Ternyata jalurnya banyak sekali. --"

Dari hasil menalar peta trayek, setidaknya gue harus ganti halte 3 kali. Dari Kantor Pusat, ke Pramuka, Harmoni, baru sampai GBK. Dengan semangat 48, semua tantangan gue libas. Melihat kemacetan-kemacetan yang menggila, di tengah sepinya busway, kemudian jadi ramai di Harmoni. Dari yang bisa duduk hingga gencet-gencetan. Dua jam kemudian tibalah gue di halte GBK.

Setelah celingak-celinguk n melihat arah angin, gue akhirnya melihat Mall fX. Segera gue menuju kesana dengan pakaian masih kemeja hitam putih dilapisi jaket dengan tulisan JKT48 gede sehingga kelihatan eksentrik.

Masih ada dua jam sebelum waktu pementasan dimulai. Setelah menukar konfirmasi menang tiket dengan tiket berwujud fisik, gue memutuskan santai-santai sekalian sholat ke musholla. Mushollanya ada di lantai 5 n teater ada di lantai 4.


Seusai sholat gue kembali berbaur di keramaian depan teater. Ketemu fans baru, masih SMA tapi rumahnya di Jakarta Barat. Entahlah, Jakarta Barat itu darimananya disini, fX di Jakarta mana aja gue gak tahu. --" Karena pada dasarnya gue introvert garis keras, gue agak gak nyaman diajak ngobrol panjang lebar masalah "suka lagu JKT48 yang mana?", "oshinya siapa, kenapa?" *itulah alasan gue gak mau ikut fanbase*

Setelah masa-masa yang menjemukan, akhirnya hampir jam menunjuk pukul 19.00. Para penonton teater berbaris sesuai nomor bingo. Apa itu nomor bingo? Nomor bingo semacam nomor undian yang ada di tiket, suka-suka yang manggil bingo berapa, ntar bisa masuk duluan. Bisa masuk duluan, berarti bisa duduk duluan alias milih tempat duduk duluan. Nah, gue gak punya nomor bingo. Mengapa? Karena gue apply tiket tipe FAR. Tipe FAR muncul jika kita punya KTP di luar Jakarta. Pemegang FAR dipanggil paling pertama, gue girang banget pas ini karena masuk pertama di pikiran gue bisa duduk paling depan. Seketika di dalam gue yang pertama kali masuk teater kelihatan bengong, kemudian ngambil bagian tengah kursi-kursi biru di baris pertama. Seketika sekuriti menegur gue, "Mas, FAR ya?", "Iya Pak, kenapa?" "Kalau FAR di baris ketiga Mas."
Gue bengong, kemudian mundur dua langkah. Hal yang awalnya gue sesali, tapi ternyata salah besar. Baris ketiga ternyata sangat nyaman! Entah ini pendapat pribadi gue yang baru pertama kali nonton teater, tapi bagi gue begitu.

Teater pun dimulai..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar