Tampilkan postingan dengan label Tragis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tragis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Januari 2016

Punggung Milikmu

Dalam kerumunan yang mengarah stasiun
Menunggu lampu merah di perempatan jalan

Aku menyadari keberadaanmu
Tapi kau tak menyadari tatapan ini

Semua orang di sekitar terlihat bagai saingan
Dengan sifatku ini tak akan bisa maju

Punggungmu itu selalu saja jauh dan tidak bisa kucapai
Hanya bisa menunggu kamu berbalik

Walau aku memanggilmu, pasti ‘kan terhapus oleh keramaian
Perasaan sayang ini kehilangan tujuannya

Dicintai orang yang tidak disangka itu
Walau dekat sekalipun tidak disadari

Jangan-jangan aku melihat padamu
Dengan tatapan mata yang seperti itu
Hanyalah seorang dari banyak teman laki-laki
Bagi dirimu aku pastilah

Maafkan

Mengharap dicinta tak bisa jikalau tak percaya diri
Ku menghindar seperti tiada apapun

Dari tempat yang sedikit jauh ingin menjadikanmu milikku
Bicara dengan senyuman di dalam hati saja

Hello hello hello
(kusangat suka)
Meskipun begitu
(ku simpan saja)
Lalu berjalan ke punggungmu

Hello hello hello
(kusangat suka)
Kesempatan tapi
(semakin jauh)
Sangat menyakitkan

Punggungmu itu selalu saja jauh dan tidak bisa kucapai
Hanya bisa menunggu kamu berbalik

Walau aku memanggilmu pasti ‘kan terhapus oleh keramaian
Perasaan sayang ini kehilangan tujuannya

Jumat, 11 Desember 2015

Tanggal Merah

Gue sendirian di ruangan, berkutat dengan Laporan Keuangan Semester 1 yang belum selesai juga gue kerjakan. Tetiba junior gue di ruang sebelah nongol.

Dengan setengah berbisik, dia bertanya.

"Mas, kita tanggal 1 ini (1 Januari 2016) gak libur ya?"

Gue diam sebentar, berusaha mencerna.

"Hah?"

"Iya, tadi aku lihat di kalender tanggal 1 ini gak libur Mas."

Seumur-umur gue hidup sampai sekarang, gue belum pernah ketemu tanggal 1 Januari gak libur. Atau mungkin ini juga salah satu pertanda kiamat sudah dekat ya?

"Lu serius? Mana kalendernya?"

Dia diam sesaat.

"Tadi saya lihat di kalender 2015 sih Mas. Itu kan ada sambungannya habis 31 Desember sebelahnya tanggal 1. Tapi 1-nya gak merah. Kayagini lho Mas.. *sambil menunjuk kalender di meja gue, hokinya kalender gue gak ada tanggal sambungannya di Desember*
.. Kok gak ada ya?"

Gue ngerti.
Ini anak pasti keracunan vetsin kedaluwarsa.

"Gini, coba lu cek di kalender 2016. Gue yakin pasti tanggal 1 Januari-nya merah."

"Masa sih Mas?"

Malah ngotot, heran gue.
Kayaknya udah akut mabuknya.

"Iye, lu cari dulu kalender 2016 baru kasih lihat gue. Pasti merah."

"Mas punya gak?"

*ada sih di mejanya Bang Jakir, tapi gue males ngambil*

"Gak punya.
Ya lu yang nanya masa gue yang nyari?"

"Iya juga sih Mas,
tapi beneran kan tanggal 1 itu libur Mas?"

"IYE.
Seumur-umur gue hidup belum pernah tanggal 1 Januari gak merah."

"Mas, tapi di kalender saya tadi tanggal 3-nya yang merah Mas."

*sekilas gue lihat kalender di komputer*

"Ya iyalah, tanggal 3 hari Minggu.
Udah, lu cari kalender 2016 aja sana baru tanya gue lagi.
Pukul gue kalau tanggal 1 Januari gak warna merah."

"Tapi Mas.."

*gue pelototin*

"Yaudah, makasih ya Mas."
Terus dia ngeloyor pergi.

Senin, 23 Maret 2015

The Seer of Possibilities

Terkadang, mahluk yang bukan dari dunia ini punya cara menarik untuk mencoba berhubungan dengan kita. Mereka bisa menggunakan Papan Ouija, hadir dalam mimpi, atau kadang mereka berbicara lewat orang lain. Masing-masing punya cara sendiri sesuai dengan yang mereka anggap paling efektif. Mahluk ini, yang berhubungan dengan Jack, berkomunikasi lewat komputernya, atau boleh dikatakan bahwa komunikasi ini lewat teks yang muncul dalam layar. Pertama kali hal ini terjadi, Jack sedang duduk menghadap komputer, bermain Solitaire. Lampu merah dari router berkedip menandakan koneksi internet bermasalah lagi. Hal tersebut nyaris merupakan kejadian wajib mingguan, dan Jack nyaris terbiasa dengan masalah internet itu. Saat sedang memindahkan kartu-kartu, layar berubah menjadi hitam sepenuhnya dan teks berwarna merah muncul kemudian.

“Hai Jack, aku butuh bantuanmu. Kau orang spesial -yang aku tahu- akan membantuku. Aku tidak bisa mengajukan hal ini ke sembarang orang. Aku benar-benar butuh bantuanmu.”

Sabtu, 07 Februari 2015

Panduan Bermain Survive! Mola Mola

Akhir-akhir ini sering gue lihat di beranda Facebook n TL Twitter sebuah fenomena menarik, tentang sebuah mobile game berisi sesosok makhluk yang bisa berevolusi dan mati. Iseng-iseng gue download n main, karena gue penikmat monster yang bisa berubah macam Digimon, Pokemon n Tamagotchi.

Ternyata berjudul Survive! Mola Mola. Permainan semacam Tamagotchi klasik dimana kita ngasih makan ikan sunfish alias Mola n entahlah tujuannya bikin si Mola ini jadi segede mungkin. Tapi sayangnya, dia rapuh n hobi mati. Karena gue awalnya bingung kenapa ini ikan mati terus pas beratnya 10 ton, iseng-iseng nyari guide-nya kesemuanya berbahasa Inggris. Isi panduan ini selanjutnya gue ambil dari blog ini.

Pertama, biar makin jago, ada beberapa upgrade untuk menambah berat si Mola.
1. Bisa lewat adventure. Dengan berbagai macam petualangan yang secara ajaib bisa bikin Mola tambah gendats.
2. Food. Sudah jelas, Mola perlu makan biar gede.
Untuk mengembangkan adventure n food baru, kita perlu MP (Mola point mungkin) yang bisa didapat saat Mola berevolusi jadi makin gede n saat si Mola mati. MP juga bisa dibeli, biasalah, namanya juga game freemium. Tapi gue gak ngerekomendasiin karena meskipun lama, tapi MP bisa dicicil sedikit demi sedikit. Disini tantangannya. Oh iya, jumlah food yang bisa dimakan Mola alias terpampang di layar bisa ditambah lho, pakai MP juga pastinya.

Mari kita fokus ke adventure. Maksimal jumlah petualangan adalah 3 kali n terisi 1 tiap 1 jam. Untuk petualangan pertama, kesempatan hidup-mati kamu adalah 50% n tiap mati nambah jadi 70%, 90% hingga maksimal 99%. Petualangan ini acak, jadi kamu gak bisa milih mau yang mana (kalau udah nambah jumlah petualangannya) n juga kalau di back alias gak jadi, kita tetap kehilangan adventure point yang udah dipakai. Ada 9 petualangan, n 2 petualangan tambahan di hard mode (wow, apa itu hard mode?)

Kemudian food alias makanan. Kita mulai dari plankton kecil kemudian ada 8 makanan tambahan yang bisa dibeli pakai MP n 3 tambahan lagi pada hard mode. Ada 8% kemungkinan Mola mati saat makan dengan alasan yang kadang bikin kamu senyum-senyum sendiri n saat pertama kali mati, kekebalan Mola untuk mati pada makanan tersebut menjadi 99,9%.

Nah, tiap kali kalian menemukan cara kematian baru, maka ada 15% bonus berat tambahan pada adventure n food. Sehingga Mola bisa lebih cepat gede. Selain mati saat berpetualang dan makan, ada juga kematian lain yang bisa kalian bikin lho buat nambah-nambahin persentase berat tambahan. Ini dia:
1. Pencet Mola secara brutal. Gak ada hitungan pasti, kabarnya 3.000 sentuhan, tapi gak pasti. Saran gue, jangan pakai satu jari, minimal 3 jari kalian grepe tu layar hape, usahakan jari kena Mola semuanya sampai dia mati. Huahahaha. Saat tersentuh, badan Mola akan mengembang-kempis n berbunyi "dung dung dung.."
2. Lu lihat di layar, di deretan kanan jumlah MP, ada gambar kamera. Kalian pencet, terus close. Sampai kayanya 10 kali. Mola pun mati, mati difoto.
3. Goncang hape secara menggila sekitar 1 menit. Kalau kalian peka, kalau hape kalian digoncang akan keluar buih yang banyak. Lama kelamaan Mola mati, karena matanya kelilipan. Awas hapenya kelempar, hape gue sendiri pelindung kacanya sampai lepas.
4. Redupin layar hape kalian sampai paling minim, tunggu beberapa saat. Mola akan mati kepentok layar.
5. Yang paling sulit. Tiap Mola mati, Mola akan hidup kembali. Pas hidup, ada intro. Jangan di-skip. Tunggu saat layar meredup n secepatnya kalian pecahin telur-telur Mola di pinggiran layar. Saran gue kalian swipe seluruh layar sambil hati-hati kena tombol skip. Kalau sukses, Mola bakal mati sebelum lahir. Kalau gagal, coba lagi saat Mola kamu mati ntar. Gue 2 kali percobaan baru berhasil. Lihat yang jeli, hancurkan semua telur Mola!
6. Setiap yang hidup pasti akan mati. Saat Mola kamu berukuran 10.000 kg, dia mati secara normal.
Kecuali nomor 6, kematian spesial ini hanya bisa kalian lakukan sekali. Karena Mola akan imun 100% setelah dia mati dengan cara nomor 1 sampai 5.

Nah, total penambahan bonus berat adalah (9 petualangan + 8 makanan + 6 spesial) x 15% = 345%.
Agar Mola kamu bisa melebihi 10 ton, kamu harus main di hard mode. Tapi usahakan yang di atas selesain dulu. Untuk masuk hard mode saat Mola kamu beratnya 5 ton, ada pilihan hard mode yang bisa dibeli seharga 10.000 MP.
Pada hard mode kalian bisa lebih berkembang. Mola bisa berevolusi n berpetualang lebih jauh lagi. Jangan lupa, jangan menjadi Living Legend. Jadilah Voyager agar bisa berkelana ke 7 samudra. Lucky seveen~

Nah, sekiranya sudah cukup panduan gue. Mungkin ada beberapa saran antara lain:
1. Gunakan adventure kalau mau ngejar matinya aja.
2. Membesar dengan makan saja.
3. Gunakan mati spesial dengan bijak. Karena saat kalian mati, kalian dapat bonus MP. N bonus MP terbesar kalau kalian mati melebihi 5 ton (senilai 5.000 MP) jadi kalau mau farming MP, gunakan kematian Mola dengan bijak.

Sukses dengan Mola kalian!

Minggu, 21 September 2014

Resign PNS, Sebuah Keputusan Terbesar Dalam Hidup

Entah sejak kapan beranda Facebook (FB) sekarang dipenuhi berita dari orang lain. Entah itu teman FB Anda menyukai postingan orang lain, temannya teman FB Anda menandai teman FB Anda yang lain, ataupun sekedar postingan "yang disarankan" (bahkan pernah page majalah Playboy lho, gue gak masalah sih, yang masalah kalau di belakang ada bokap, bisa-bisa gue dikira nge-like itu page :v ).

Beberapa hari yang lalu gue cukup tergelitik dengan banyaknya temen-temen gue yang satu almameter tapi beda jurusan, yang sekarang sedang bersama-sama menjadi "calon" abdi negara. Nge-share berita tentang mereka yang berhenti jadi PNS n sekarang sukses mengembangkan usaha.

Well, gue tertarik n baca artikelnya. Yaa, ceritanya tentang "ketidakcocokan cara pandang" n "bagaimana keluar dari zona nyaman". Oke, dalam hati gue itu sah-sah aja. Hak semua orang. Silahkan.
Yang bikin gue gak sreg itu, sadar gak sadar negara kita ini masih dipenuhi mindset "belum mapan kalau belum jadi pegawai" sehingga mau tak mau banyak orang-orang tua kita yang *memaksa* kita untuk menjadi pegawai.

You know, kalau mayoritas orang-orang Indonesia seperti itu, kebayang dong *bukan kebayang, realitanya* setiap ada lowongan jadi CPNS, yang mendaftar bejibun. N yang diterima mungkin persentasenya di bawah 1%.
Tanpa sadar saat kita memutuskan ikut tes CPNS, kita sudah bersaing dengan banyaknya orang lain yang berkeinginan sama n saat kita terpilih menjadi CPNS kita telah menyingkirkan saingan lain yang juga bertekad akan menjadi CPNS.
Kemudian kita resign, keluar.
Kenapa?
Kenapa gak dari awal aja, gak usah ikut pendaftaran. Mungkin dengan masuknya Anda jadi abdi negara, menggugurkan orang lain yang benar-benar berniat jadi PNS untuk membangun negara ini. Tapi karena Anda masuk, dia gagal. Kemudian Anda keluar. Anda gak merasa jahat?

Yaa, mungkin ada yang merasa "ketidakcocokan cara pandang" dengan menjadi PNS saat bekerja. Tapi, dengan banyaknya sentimen negatif masyarakat, seharusnya Anda sudah berpikir konsekuensi negatif yang Anda terima saat bekerja dalam instansi ini.

Bagi gue, ini bukan masalah "keluar dari zona nyaman", ini lebih kepada "berapa jiwa yang Anda kalahkan, Anda gugurkan, Anda kecewakan, tetapi kemudian Anda memutuskan untuk berhenti".

Think twice.

Minggu, 31 Agustus 2014

Bensin, Pemerintah dan Kenangan

Sebagai seorang abdi negara yang alhamdulillah dapat penempatan deket dengan kota asal, tiap seminggu sekali menunggangi kendaraan kesayangan bolak-balik rumah-kantor udah jadi hal yang lumrah. Banyak yang bilang "mending tiap hari aja pulang pergi Martapura-Banjarmasin bro, cuma 40 km", gue jawab "capek". Masuk 07.30 n pulang 17.00 belum ditambah kerjaan di bagian sekarang yang lumayan banyak, bikin gue gak sanggup buat tiap hari PP. Plis, gue bukan anak kuliahan. :3

Jelas, seminggu sekali mesti ngisi bensin. Untungnya Revo lumayan irit, dengan kapasitas 100 cc n sialnya gasnya ditarik pol mentok di 100 km/jam. Mungkin itu untung juga ya, jadi gue gak ngebut-ngebut banget. Hmm.

Minggu, 17 Agustus 2014

Biasa Karena Terbiasa

Sejak awal di kantor ini, tepatnya ketika magang. Mei 2013. Gue bertugas di seksi Kepatuhan Internal (KI). Kepala Seksi (Kasi) gue waktu itu seorang yang lumayan alim. Sekarang udah pindah. Pak Aziz namanya.

Belum sebulan gue kerja, ketika masuk waktu sholat Dzuhur, rupa-rupanya belum ada yang adzan. Dari beberapa hari sebelumnya emang sering telat sih. Keduluan suara adzan dari mesjid-mesjid sekitar pelabuhan. Sekonyong-konyong Pak Aziz muncul kemudian menyuruh gue untuk adzan. Namanya disuruh atasan, mau gak mau ya harus mau *prinsip gue sih, soalnya gue juga tahu ada beberapa pegawai yang kalau gak mau, di belakang atasannya yang nyuruh dia nyuruh pegawai lain. Yaa, namanya sifat manusia beda-beda lah*

Minggu, 10 Agustus 2014

Nyinyir

Gue senang dinyinyirin orang. Kalau baca di socmed *baca: stalking* n nemu cecunguk-cecunguk yang no mention tapi arahnya ke gue, gue senang *sekaligus mau nampar*. Artinya dia ada perhatian ke kita. Hmm.

Sebenarnya gue gak suka nyinyirin orang. Bagi gue di socmed sekalipun kita harus jujur. Tapi terkadang socmed bersifat publik. Kalau kita labrak, seluruh dunia bakal tahu. Kalau chat dia, kesannya menggurui banget. Jadi gue akhirnya nyinyir, walaupun itu occassionally n mungkin saat gue nyinyir gue lagi labil.

Akhir-akhir ini gue nyinyirin orang-orang yang punya pacar di socmed. Bahagia bener kayanya nyiksa para jomblo dengan pamer kemesraan. Yaa kalau satu dua yang lewat gue masih tahan. Suatu hari ketika jumlahnya begitu banyak, akhirnya gue gak tahan buat nyinyir. Gue bilang yang cerita-cerita kebaikan, umbar kemesraan di socmed, kalau ntar putus itu ngakak-able banget. Ibaratnya dulu bilang "aku gak bisa hidup tanpamu" terus putus. TERUS DIA MATI GAK? GAK KAN?! Itu merupakan hal yang patut ditertawakan.

Eh dasar namanya socmed, gue nyinyir sebagian orang pasti ada yang ngerasa kan? N tepat sekali orang yang gue senggol balas nyinyirin gue! Makan tuh bait! Huahaha. Gue sih bayangin kalau dia putus aja maka gue akan ketawa keras sekali, tapi kalau dia nikah juga gue akan ketawa keras sekali.

"Satu kemesraan sepasang kekasih di socmed adalah satu kepedihan bagi para jomblo + doa biar cepet kelar pacarannya, entah nikah atau putus." Canis Camuju

Minggu, 27 Juli 2014

Inikah Benih Kita?

Hari Jumat kemarin, 25 Juli 2014. Gue n beberapa senior diajak seksi P2 untuk buka bersama di The Lotus Restaurant, hotel Mercure Banjarmasin. Sistemnya all you can eat atau dalam bahasa internasionalnya prasmanan. Makanan disediakan di meja-meja n kita bebas ngambil sampai perut gak bisa diisi lagi. Untungnya gue lihat gak ada yang bawa kresek buat dibungkus dibawa pulang kaya ibu-ibu kampung di acara kawinan.

Jadi gue udah selesai ngambil takjil n berencana ngambil main course *ppfft* yaa, maksudnya nasi beserta sayur-mayur n lauk pauk. Antriannya lumayan panjang. Muka gue emang gak ramah tapi hati gue n perilaku gue sangat lembut sehingga membiarkan beberapa ibu-ibu nyalip gue dengan alasan ngambil piring. Sejauh ini gue fine aja. Mungkin orang dibelakang gue gak fine karena antrian dia jadi lebih lambat. Apa boleh buat sebagai seorang introvert gue hanya bisa diam n menatap tajam. Syukurlah mereka mengerti, tapi si ibu-ibu yang nyalip emang kurang ajar.

Disinilah ironi muncul, di sebelah kanan gue ada ibu-ibu ngebisikin anaknya yang mungkin masih berusia 5 tahun. Mungkin bisikannya pelan, tapi sebagai seorang stalker profesional yang terbiasa menguping pembicaraan gebetan di Twitter, gue bisa mendengar apa yang dibisikkan ibu itu.

"Nak, langsung ke situ aja *nunjuk etalase ayam karih* ambil yang banyak ya."

Si ibu tanpa perasaan bersalah nunjuk ke nampan ayam karih yang bahkan antrian di belakangnya mencapai belasan orang. Tanpa mengajarkan anaknya mengantri saudara-saudara! Si bocah yang lugu tentu saja mau, mungkin dia sering dipukuli di rumahnya, kita tidak tahu. Tapi orang-orang di depannya dengan senang hati (dalam hati sih dongkol, tapi monster kaya apa sih yang mau ngebentak anak kecil?) melewatkan si anak untuk mengambil empat potong ayam karih.

Sungguh, bagaimana generasi bangsa ini ke depannya jika dari kecil, saat masih polos-polosnya kita sudah diajarkan melawan tata krama?
Cerdas dalam intelejensia itu terlalu mainstream, mengapa kita tidak belajar kecerdasan yang beberapa tingkat jauh lebih sulit? Kecerdasan sosial.

Senin, 30 September 2013

Virus Tipe Hati

Pertamanya tak terasa apapun,
Aku pikir akan merepotkan,
Saat ditanya akupun hanya diam dan mengangguk.

Kutahu bahwa dia orang yang baik,
Tetapi sama sekali bukan tipeku,
Tetapi awalnya aku tidak ingin mendekat padanya.

Dimana? Entah bagaimana?
Tanpa sempat kusadari,
Aku sudah jatuh cinta.

Apa yang menjadi penyebabnya?
Pintu masuknya,
Tidak bisa aku ingat.

Hatiku di serang virus,
Yang berbentuk seperti hati,
Suntikan apapun tidak berguna.

Dan selalu tentang dirimu,
Aku menjadi kepikiran,
Sampai tak bisa berbuat apapun.

"Sama sekali tidak keren",
Semua teman-teman disekitarku,
Terheran-heran apakah yang menarik darinya?

Tidak ada sampai yang satu ini,
Yang matanya setulus itu,
Didalam diriku tak ada kekebalan 'tuk itu.

Apakah yang telah terjadi?
Disaat aku tersadar,
Menunggu SMS-nya.

Ku menggalau waktu kudengarkan lagu cinta,
Penyakit yang risau,
Biasa suka melamun.

Virus yang berbentuk hati,
Seperti merubah sifat,
Menjadi panas karena dirimu.

Nafasku pun menjadi sulit,
Kepalaku menjadi kosong,
Arti cinta pun tak kusadari.

Ini sama sekali tidak mungkin!?
Kupikir begitu..
Tapi.. Sepertinya aku..
Jadi suka sama kamu!!

Kamis, 29 Agustus 2013

Cinta Seekor Jangkrik

Tempat dimana serangga berbunyi
Apakah engkau mengetahuinya?
Di dahan pepohonan taman yang
Mulai berubah menjadi gelap

Diriku yang kau kira hanya teman
Walau menangis disini sendiri
Tidak pernah dirimu sadari
Oh pengalaman yang menyedihkan

Sebelum musim ini usai dan berganti
Ku akan terbang ke suatu tempat

Berada disampingmu membuatku tersiksa
Cinta yang hanya sementara

Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Tersesat di hutan dalam hati ini
Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Setidaknya tengok dan lihat kesini

Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Oh teramat singkat kehidupan ini
Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Ingatlah kembali, pernah ada rasa..

..aku suka pada dirimu
Cinta seekor jangkrik


Senin, 19 Agustus 2013

Air Mata Perasaan yang Tak Tersampaikan

Hujan rintik-rintik yang mulai turun
Aku pun menutup layar kisah ini
Bagai menurunkan layar warna perak
Itulah cinta pertama diriku

Ku terus menunggu di jalan yang kedua
Ku ingin panggil namun ku tak bisa
Saat kulihat ke bawah
Bunga ajisai pun menangis

Walau ku sangat ingin bertemu, walau ku menyukaimu, kau jalan berlalu di depan mataku
Walaupun jadi begini aku tetap melihatmu dari tempat ini
Walau ku sangat ingin bertemu, walau ku menyukaimu, kau bahkan tidak menoleh ke arahku
Walaupun kupakai payung pipiku pun tetap basah
Diri ini tak berdaya

Di jalan yang penuh kesedihan ini
Aku berjalan, seorang diri
Dalam hati ini diriku tersesat
Rasa sayang yang tak seorang pun tahu

Bunga ajisai yang suka akan hujan
Memejamkan mata di hari cerah
Mendung yang jauh di sana
Apakah kau yang memikirkannya?

Walau sesedih apapun juga, walaupun tak bisa juga, biarkan aku tetap menjadi gadis
Ku tak akan melupakan jejak langkah kenangan, bertemu denganmu
Walau sesedih apapun juga, walaupun tak bisa juga, suatu hari ku pasti kan teringat
Walaupun harapan aku tidak juga terwujudkan
Ku kan terus bersinar

Selasa, 30 Juli 2013

The Square Root of Three (Akar Tiga Kuadrat)

I’m sure that I will always be,
a lonely number like root three.

The three is all that’s good and right,
why must my three keep out of sight,
beneath the vicious square root sign,
I wish instead I were a nine.

For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic.

I know I’ll never see the sun, as 1.7321,
such is my reality, a sad irrationality.

When hark! What is this I see,
another square root of a three.

As quietly co-waltzing by,
together now we multiply,
to form a number we prefer,
rejoicing as an integer.

We break free from our mortal bonds,
with the wave of magic wands.

Our square root signs become unglued,
your love for me has been renewed.

------

Aku yakin aku akan selalu,
menjadi angka yang kesepian seperti akar tiga.

Tiga adalah semua hal yang baik dan benar,
mengapa aku harus berada,
di bawah tanda akar kuadrat sialan,
aku berharap aku menjadi sembilan.

Karena sembilan dapat menggagalkan trik murahan ini,
dengan hanya beberapa langkah aritmatika mudah.

Aku tahu aku tidak akan pernah melihat matahari, seperti 1,7321,
kenyataannya memang begitu, irasionalitas yang menyedihkan.

Ketika dengarlah! Apa yang kulihat ini,
akar kuadrat tiga yang lain.

Diam-diam aku melangkah mendekat,
bersama kita saling mengalikan,
untuk membentuk angka yang kami suka,
senangnya menjadi sebuah integer.

Kita bebaskan diri dari ikatan fana,
dengan sedikit ayunan tongkat sihir.

Tanda-tanda akar kuadrat kita terkelupas,
cintamu bagiku telah diperbarui.

------

April 2011.

Kamis, 13 Juni 2013

Here It Comes! Heavy Rotation!

Oke, sebenarnya udah datang cukup lama. Tapi berhubung datang barangnya pas gue lagi sibuk mau ke Balikpapan karena ada panggilan mendadak *ecie* jadi baru bisa posting sekarang.

Kamis, 30 Mei 2013. Tanpa ada pemberitahuan nomor resi atau apa dari Adit tiba-tiba aja ada sms dari Bokap yang isinya bilang kalau kiriman sudah datang. Saat itu gue sedang di Banjarmasin, masih magang n ngeberesin kerjaan karena siangnya mau pulang ke Martapura. Nah lho, kenapa gue pulang hari Kamis? Padahal kan Jumat masih kerja? Mari kita mundur sehari sebelumnya.

Rabu, 29 Mei 2013. Gue sedang asyik baca-baca contoh nota dinas di ruang Kepatuhan Internal atau KI di KPPBC Banjarmasin. Ya, gue sedang magang di Banjarmasin terhitung sejak 13 Mei. Saat itu, Bapak-Bapak yang bertugas di KI sedang diklat semua. Jadi kedatangan gue disitu seperti angin segar karena selagi beliau-beliau diklat, ada gue yang mem-backup.

Kamis, 16 Mei 2013

Gue dan Waktu dan "CD+DVD JKT48 Heavy Rotation"


Sekitaran bulan Februari, awal-awal gue ngefans sama JKT48, mereka merilis album pertama mereka. Awalnya gue biasa-biasa aja, toh seumur-umur gue gak pernah beli CD original. Tapi ternyata yang ini beda, ada bonus PhotoPack alias PP alias foto salah satu member yang menjadi bonus untuk versi CD+DVD seharga 99ribu rupiah. Ada juga yang versi CD doang bonusnya kartu batu-gunting-kertas, harganya 50ribu rupiah.

Hal tersebut masih belum menggoyahkan gue sebagai fans gratisan yang hobinya download lagu bajakan. Terutama karena kondisi gue saat itu *n sampai sekarang* yang pengangguran sehingga gak punya penghasilan. Tapi gue bertawakal kalau punya uang lebih mau beli sih, sayangnya buat beli sabun muka aja gue gak punya uang. Meskipun berhadiah PP, tapi PP yang didapat random. Iya gue suka JKT48, tapi gue kan juga punya member favorit, jadi kalau dapat foto member yang gue gak terlalu kenal kan aneh kalau gue pamer-pamerin terus orang-orang nanya "kok lu tambah ganteng sekarang Zar?" *abaikan*

Selasa, 14 Mei 2013

Banjarmasin Tak Pernah Sekejam Ini pada Alif

Tersebutlah seorang anak bernama Alif. Dia sedang berlibur di Banjarmasin. Suatu hari dia pergi ke mini-market untuk membeli galon air. Setelah itu, dia pun pulang ke tempat keluarga tempat dia menginap. Sebut saja di daerah Duta Mall.

Kondisi jalan di Banjarmasin sedang semrawut karena pembangunan fly-over. Selain macet, jalur perjalanan juga berubah. Hal ini dirasakan tante si Alif yang merasa pengen pensiun karena rumah beliau di Teluk Dalam n kantor beliau di dekat gerbang kota yang notabene melewati pembangunan fly-over.

Keesokan harinya Alif pergi membeli susu. Dia berencana membeli di mini-market kemarin, di daerah Kuripan. Sayangnya uang Alif kurang, jadi dia memutuskan mengambil uang di ATM BRI di Kantor Wilayah, yang berlokasi beberapa meter sebelum pembangunan fly-over.

Selasa, 30 April 2013

Arya Wiguna dan Video Lipsync-nya

Perseteruan antara Adi Bing Slamet dengan Eyang Subur menjadi sangat mainstream akhir-akhir ini. Ajaibnya, di antara celah pertikaian tersebut, seseorang bernama Arya Wiguna menjadi sangat populer. Why? Mengapa? Karena kemarahannya terhadap Eyang Subur disukai masyarakat. Banyak yang memarodikan penampilan Arya Wiguna dengan jargon "Demi Tuhan!" yang bahkan kalau ditayangkan di TV disensor. -_-

Ngomong-ngomong Arya, ada beberapa Arya yang pernah gue kenal di kehidupan gue. Pas SMP ada seorang Arya yang kelihatan pendiam, padahal kalau kenal ternyata usil. Pas di Sipil ada Arya yang mukanya oriental n jago berbisnis. Terakhir di Bea Cukai ada Arya yang kelihatan ngenes padahal kelakuannya amoral.

Dari sekian banyak video Arya Wiguna yang bertebaran di YouTube, ada satu video yang bikin gue ketawa-ketawa sendiri. Videonya memang gak jelas, lebih tepatnya kata-kata asli Arya Wiguna ini diubah jadi suka-suka yang bikin. N sangat tidak nyambung.

Selasa, 31 Januari 2012

Bagaimana PLN Mempermainkan Perut Gue

Selasa, 24 Januari 2012. Jam 5 sore.

Alhamdulillah, baru saja makan siang di sore yang cerah ini.

Sebelum gue melanjutkan belajar buat UTS hari kedua besok, gue akan sharing kejadian hari ini yang baru saja terjadi.

Siang tadi, sepulang UTS hari pertama. Seperti biasa gue langsung beli sayur masak n ikannya buat makan siang n makan malam. Nasi dimasak di kos. Setelah selesai berbelanja gue segera pulang ke kos.

Ternyata eh ternyata. Di kos mati lampu. Tentu saja dengan matinya lampu alias pemadaman listrik, gue gak bisa masak. Rice cooker tidak bisa dijalankan. Mengingat keadaan kos yang sering gangguan listrik, gue berinisiatif menanyakan keadaan listrik di kos teman-teman gue yang lain.

Minggu, 20 November 2011

Ketika Galaumeter Mencapai Maksimum

Iya,
gue sedang mengalami fase sangat galau saat pertemuan terakhir yang gue rencanakan menjadi berantakan.

Gue cuma ingin melihatnya untuk terakhir kali, ternyata si kacamata tidak bisa datang. Entahlah, bahkan tiada kabar. Malam tadi gue ngamuk-ngamuk sendiri. Saran dari teman-teman dekat gue enggak gue gubris. Rasanya hati ini sedih banget, kecewa juga, kesal apalagi.

Mungkin dia gak mau ngehubungin gue lagi. Gue juga gak tahu apa alasannya gak datang, Pokoknya dia telah ngebuat gue menjadi sangat sedih.

Sabtu, 12 November 2011

A Thousand Years

Iya, ini blog emang sepi pengunjung. Tapi Alhamdulillah, gue jadi bisa curhat disini berhubung di Facebook, Twitter, n BBM agak kurang aman. Hha.

Gue agak sedih, atau terlalu sedih, atau gak sedih. Entahlah. Gue sebenarnya ada rencana malam ini buat acara masak-memasak menghabiskan sisa daging kurban yang mungkin hampir basi di rumah Eka. Mungkin juga saat-saat terakhir gue di Banjarbaru. Hmm, gue ngajak si kacamata kemarin.

N baru aja dia balas kalau dia gak bisa ikut. Ini yang bikin gue jadi semacam galau, atau sedih. Gue juga bingung. Sementara gue gak bisa memaksa, ya iyalah. Gue siapa?

Mungkin yang ada di pikiran gue benar, ini bukan masalah waktu, bukan masalah tempat, tapi masalah hati. Semakin gue sering dekat dengan dia, dia takut semakin jatuh ke gue. Sementara gue yang udah jatuh dari dulu ke dia harus pergi dari kota ini sebentar lagi.