Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Non Fiksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 Juni 2017

Pernikahan yang Barokah Akan Kamu Dapatkan Jika Kamu Meninggalkan 4 Sifat Ini

Semua pasutri muslim tentunya berharap bisa membentuk rumah tangga sakinah mawaddah warahmah dan memperoleh pernikahan yang penuh barokah.
Tapi banyak yang lupa bahwa untuk sampai ke titik tersebut ada ikhtiar yang perlu diupayakan, salah satunya adalah dengan menghilangkan beberapa sifat yang kontraproduktif terhadap tujuan tersebut.
Apa saja sih sifat-sifat yang harus lenyap dari diri kita atau minimal berkurang agar memudahkan kita mencapai pernikahan barokah?

1. Malas
Apa kegiatan Sahabat sehari-hari terutama ketika libur sedang tidak ada kerjaan? Pantengin acara TV? Stalking sosmed? Nonton berseason-season Korean Drama? Atau tidur cantik seharian?
Hampir bisa dipastikan hal itu pula yang akan Sahabat lakukan ketika sudah menikah. Atau bisa jadi derajatnya lebih parah.
Karena biasanya seorang yang masih belum menikah berusaha melakukan banyak amalan kebaikan agar dipermudah datang jodoh, tapi begitu sudah menikah. Sudah kehilangan motivasi untuk meningkatkan kualitas atau kuantitas amalan.
Padahal untuk mendapat pernikahan penuh keberkahan, kita perlu action, melakukan sesuatu yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri tapi juga orang lain.
Tidak musti keluar rumah siih… action yang dimaksud bahkan bisa juga dilakukan sambil tidur-tiduran di dalam kamar, misalnya dengan membuat tulisan positif setiap harinya, menghafal quran, atau, belajar hal baru melalui youtube.
Ada juga pasutri yang membangun rumah baca di mana-mana, melakukan penggalangan dana untuk membantu orang-orang yang terkena penyakit dan aktivitas lainnya yang nyata manfaatnya.
Yang jelas, jika kegiatan kita hanya bermalas-malasan, tidak melakukan apapun yang membawa manfaat untuk dunia ataupun akhirat, jangan harap bisa mendapat pernikahan barokah.
Oya, namun jangan salah… Untuk para wanita, mencuci dan menyeterika baju suami, menyiapkan makanan, mengurus anak di rumah, itu adalah kegiatan rutin harian yang in syaa Allah dahsyat pahalanya.
Jadi tidak perlu merasa ‘minder’ atau merasa kurang manfaat karena ‘hanya’ mengurus rumah tangga di rumah, selalu berdoa agar anak-anak yang lahir dari pernikahanmu adalah calon pemimpin umat masa depan. In syaa Allah jika hati ikhlas, maka semua yang dilakukan akan berbuah kebaikan.

2. Perfeksionis
Kalau pekerjaan kita adalah dokter ahli bedah, menjadi pefeksionis itu harus. Jangan sampai salah jahit, salah potong, atau ada benda ketinggalan di badan orang lain.
Akan tetapi ketika bersama pasangan dan anak-anak nantinya, plis… Kurangilah sifat perfeksionis, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna lho.
Tak perlu marah-marah ketika suami selalu menaruh handuk basah sembarangan, tak perlu marah-marah kalau istri selalu lupa masukkan garam ke dalam masakan, biasa saja… Toh itu bukan dosa besar.
Jangan keseringan ngomel, “Aku kan sudah bilang ribuan kali… Jangan lupa matikan kran kalau keluar dari kamar mandi!”
Memang tampak menyebalkan kalau hal-hal kecil yang sudah kita peringatkan pada pasangan terus aja dilakukannya. Tapi di situlah seninya pernikahan, agar dua orang yang tidak sempurna bisa menjadi sempurna karena bisa saling menerima kekurangan.
Tidak sedikit orang yang terlalu perfeksionis berakhir pada perceraian, karena ia tak bisa menerima ketidaksempurnaan orang lain dan merasa lebih mudah jika menjalani hidup sendirian saja. Jadi… Belajar kurangi sifat perfeksionis yaa!

3. Gampang Tersinggung dan Mendendam
Jika ada yang menghina Allah, Rasulullah, dan Islam bolehlah kita merasa tersinggung, bahkan harus tersinggung sebagai tanda keimanan! Akan tetapi kalau cuma dibilang cucian kurang bersih, masakan kurang enak, yaa tidak usah baper, apalagi sampai mendendam.
Biasanya ini terjadi dalam konflik antara istri dan ibu mertua. Semua yang dilakukan istri selalu dikomentari, tidak ada yang benar, tidak ada yang beres, maka sebisa mungkin abaikan masalah-masalah yang bisa bikin baper tersebut.
Kebalkan hati dan tetaplah berbuat baik sekalipun pasangan atau mertua atau ipar bersikap menyebalkan. Percayalah bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar saja, fokus pada ridho Allah in syaa Allah beres.
Asiyah yang bersuamikan seorang Fir’aun yang kafir saja bisa bertahan dalam rumah tangga bahkan mendapat istana di surga karena kesabarannya tersebut. So, kurangi sifat gampang tersinggung alias baperan. Percayalah bahwa selama pernikahan sangat mungkin engkau akan memanen air mata.
Pernikahan bukan melulu soal yang indah, romantis dan menyenangkan, tapi juga soal mengelola konflik, perbedaan pandangan dan cara penyampaian. Maka jika kita semakin mahir mengelola perasaan, semakin kebal dan tak mudah baper, semakin mudah pernikahan kita jalani.Apapun masalahnya takkan jadi masalah.
Sebaliknya, semakin sensitif kita, gampang baperan, mudah tersinggung, hobi memendam dendam, maka seremeh apapun permasalahan akan selalu jadi masalah besar. Bukan pernikahannya yang salah, bukan rumah tangganya yang seperti neraka, tapi sifat kita yang terlalu rapuh lah yang membuat segalanya terasa sulit.
Bagi yang punya perasaan sensitif, belajarlah hanya mengurai air mata jika berhubungan dengan dosa-dosa kita sendiri, hanya menangis jika mengingat azab dan beratnya pengadilan padang mahsyar. Hanya menangis karena bertaubat pada Allah.
Plis jangan menangis hanya karena suami tidak mendengar curhatan kita, hanya karena mertua selalu menyerocos, karena hal tersebut tidak istimewa, mungkin sekitar 70% wanita yang sudah menikah mengalaminya. Menangis sebentar tak apalah, tapi kalau sampai berhari-hari yaa jangan. Terlalu sepele.

4. Egois
Sifat yang paling perlu dimusnahkan dalam pernikahan adalah egois! Akan tetapi fokuslah pada menghilangkan sifat egois diri sendiri, bukan sifat egois pasangan! Karena terlalu melelahkan mengurusi sifat egois orang lain.
Sifat egois alias mementingkan diri sendiri sebenarnya memperlihatkan tidak dewasanya seseorang. Seperti bayi yang tidak mau tahu ibunya sedang repot atau tidak, pokoknya setiap kali menangis, dia minta kebutuhannya dipenuhi. Entah itu popok yang basah, perut yang lapar, minta digendong, pokoknya HARUS segera dipenuhi.
Memiliki pasangan yang egois pastinya lebih menyulitkan daripada mengurus bayi, maka itu sejak sebelum pernikahan cari tahu kadar egois calon pasangan hidup kita.
Orang yang tidak pernah mau mengalah dalam perdebatan biasanya memperlihatkan sifat egois yang tinggi, pendapatnya harus selalu disetujui, permintaannya harus selalu dipenuhi, semua kebaikan dan kehebatan yang dilakukannya harus diapresiasi dan dielu-elukan. Capek deh…
Maka jika mengharapkan pernikahan barokah, minimalisir sifat egois dalam diri kita. Buat kaum pria, belajar membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau bergantian mengurus anak, sama sekali takkan mengurangi kadar gentleman Anda, justru bakal meningkatkan derajat keshalihan.
Jangan egois menyerahkan semua urusan domestik pada istri, silakan rasakan seminggu saja di rumah terus-menerus dengan melakukan kegiatan mencuci baju, menjemur, mengangkat jemuran, menyetrika, menaruh baju ke lemari, belanja, memasak, mencuci piring dan peralatan masak, menyapu, mengepel, menggendong anak yang rewel, membuatkan bubur dll.
Bahkan jikalau pun Anda berhasil melakukannya, belum ada apa-apanya dengan kelelahan istri saat hamil dan melahirkan.
Jadi jangan menganggap diri hebat sudah bekerja banting tulang untuk memberi makan anak dan istri, sehingga tidak mau lagi direcoki oleh urusan domestik. Bahkan Rasulullah saja bersedia membantu istrinya di rumah.
Untuk para istri, jangan egois minta selalu diperhatikan suami, dan ngambek jika tidak diperhatikan, ingatlah suami juga punya tanggungjawab pada pekerjaannya, orangtuanya, kesehatannya, maka janganlah egois apalagi sampai meminta lebih dari kemampuan suami menyanggupinya.

Sekian dulu kajian kita mengenai beberapa sifat yang perlu dimusnahkan agar mendapat pernikahan barokah, semoga bermanfaat.

Sumber: islamidia.com

Jumat, 11 Desember 2015

Tanggal Merah

Gue sendirian di ruangan, berkutat dengan Laporan Keuangan Semester 1 yang belum selesai juga gue kerjakan. Tetiba junior gue di ruang sebelah nongol.

Dengan setengah berbisik, dia bertanya.

"Mas, kita tanggal 1 ini (1 Januari 2016) gak libur ya?"

Gue diam sebentar, berusaha mencerna.

"Hah?"

"Iya, tadi aku lihat di kalender tanggal 1 ini gak libur Mas."

Seumur-umur gue hidup sampai sekarang, gue belum pernah ketemu tanggal 1 Januari gak libur. Atau mungkin ini juga salah satu pertanda kiamat sudah dekat ya?

"Lu serius? Mana kalendernya?"

Dia diam sesaat.

"Tadi saya lihat di kalender 2015 sih Mas. Itu kan ada sambungannya habis 31 Desember sebelahnya tanggal 1. Tapi 1-nya gak merah. Kayagini lho Mas.. *sambil menunjuk kalender di meja gue, hokinya kalender gue gak ada tanggal sambungannya di Desember*
.. Kok gak ada ya?"

Gue ngerti.
Ini anak pasti keracunan vetsin kedaluwarsa.

"Gini, coba lu cek di kalender 2016. Gue yakin pasti tanggal 1 Januari-nya merah."

"Masa sih Mas?"

Malah ngotot, heran gue.
Kayaknya udah akut mabuknya.

"Iye, lu cari dulu kalender 2016 baru kasih lihat gue. Pasti merah."

"Mas punya gak?"

*ada sih di mejanya Bang Jakir, tapi gue males ngambil*

"Gak punya.
Ya lu yang nanya masa gue yang nyari?"

"Iya juga sih Mas,
tapi beneran kan tanggal 1 itu libur Mas?"

"IYE.
Seumur-umur gue hidup belum pernah tanggal 1 Januari gak merah."

"Mas, tapi di kalender saya tadi tanggal 3-nya yang merah Mas."

*sekilas gue lihat kalender di komputer*

"Ya iyalah, tanggal 3 hari Minggu.
Udah, lu cari kalender 2016 aja sana baru tanya gue lagi.
Pukul gue kalau tanggal 1 Januari gak warna merah."

"Tapi Mas.."

*gue pelototin*

"Yaudah, makasih ya Mas."
Terus dia ngeloyor pergi.

Sabtu, 31 Januari 2015

Awam

Sejak meluangkan waktu ke Jakarta n ke teater JKT48 untuk kedua kalinya, untuk dapat (akhirnya) bisa two-shoot [foto berdua] dengan oshi. Gue sepakat dengan diri sendiri untuk menggunakan foto tersebut sebagai DP [display picture, bukan down payment] Blackberry Messenger. Kemudian beberapa chat berhamburan datang sekedar bertanya kabar, hingga nanya dokumen tempo hari udah dikirim belum *loh?*. Intinya kebanyakan (mungkin) memuji masalah DP gue.

*Foto fenomenal yang dipertanyakan*

Lama kelamaan pembicaraan dengan beberapa kawan lama dan sejawat ini berujung ke apa yang layaknya disebut "rekognisi". Semacam:
1. "Gak nanya nomor hapenya berapa"?
2. "Gak sekalian dianterin pulang?"
3. "Gak PDKT sekalian?"
Well, mungkin ada yang niatnya bercanda. Tapi gue jelasin dengan hemat, sebagai fans, gue hanya melakukan apa yang dilakukan fans yang baik. Tidak mencampuri urusan pribadi orang yang gue dukung adalah salah satunya.

Tadi subuh, ada hal yang nge-trigger gue untuk bikin tulisan ini. Di beranda Facebook gue ada yang nge-share sekelebat tulisan mengenai seorang cosplayer (orang yang menirukan kostum anime, sepengetahuan gue ya) yang semacam "dipaksa" oleh seorang oknum yang "ngakunya fans". Dia minta (kalau gak salah) Friend Sign yang sepemahaman gue itu kertas, ditulis tulisan si cosplayer yang isinya kasih terimakasih sama si fans.

Sang cosplayer bilang, "ntar kamu dateng aja ke event cosplay yang ada aku, terus minta Friend Sign langsung. Si "fans" ini cuma minta secara dunia maya n ngaku belum pernah datang ke event cosplay. Cosplayer ini menjelaskan apalah artinya Friend Sign di dunia maya kalau belum pernah ketemu secara langsung, niatnya baik, karena kita hidup di real life kan? Tapi kayanya sepemikiran gue, si "fans" ini cuma minta Friend Sign biar bisa disombongin ke teman-teman dia (yang mungkin juga "hanya" di dunia maya).

Di komen-komen yang gue baca, tetiba ada quote yang entah kenapa membekas di hati.
"True fans never force his/her way to his/her idols. They support them, not threatening them."
Kadang mungkin, yang kita lihat kebanyakan. Terutama gue yang kayanya di kehidupan ini *sebenarnya bisa gabung ke komunitas sih, tapi gue sebenarnya malas. Huff, ambivert* cuma gue doang yang fans JKT48, orang-orang yang ngelihat semacam kaya, "wow banget, gila, lu niat kayagitu" dan bla bla bla lainnya yang menurut gue biasa aja. Tapi disisi lain, mereka juga kurang mengerti apa dan bagaimana fans berbuat. Karena bagi gue yang sangat menghargai peraturan, gue tahu bagaimana bersikap sebagai fans n meladeni orang-orang yang gue sebut mereka "awam" adalah terbaiknya, menjelaskan sedetil mungkin sesuai apa yang kita ketahui dan yakini.

Tapi kalau ada yang ngakunya fans tapi sikapnya ngalah-ngalahin ketidaktahuan para awam, ke samudra terluas aja kali ya?

Minggu, 21 September 2014

Resign PNS, Sebuah Keputusan Terbesar Dalam Hidup

Entah sejak kapan beranda Facebook (FB) sekarang dipenuhi berita dari orang lain. Entah itu teman FB Anda menyukai postingan orang lain, temannya teman FB Anda menandai teman FB Anda yang lain, ataupun sekedar postingan "yang disarankan" (bahkan pernah page majalah Playboy lho, gue gak masalah sih, yang masalah kalau di belakang ada bokap, bisa-bisa gue dikira nge-like itu page :v ).

Beberapa hari yang lalu gue cukup tergelitik dengan banyaknya temen-temen gue yang satu almameter tapi beda jurusan, yang sekarang sedang bersama-sama menjadi "calon" abdi negara. Nge-share berita tentang mereka yang berhenti jadi PNS n sekarang sukses mengembangkan usaha.

Well, gue tertarik n baca artikelnya. Yaa, ceritanya tentang "ketidakcocokan cara pandang" n "bagaimana keluar dari zona nyaman". Oke, dalam hati gue itu sah-sah aja. Hak semua orang. Silahkan.
Yang bikin gue gak sreg itu, sadar gak sadar negara kita ini masih dipenuhi mindset "belum mapan kalau belum jadi pegawai" sehingga mau tak mau banyak orang-orang tua kita yang *memaksa* kita untuk menjadi pegawai.

You know, kalau mayoritas orang-orang Indonesia seperti itu, kebayang dong *bukan kebayang, realitanya* setiap ada lowongan jadi CPNS, yang mendaftar bejibun. N yang diterima mungkin persentasenya di bawah 1%.
Tanpa sadar saat kita memutuskan ikut tes CPNS, kita sudah bersaing dengan banyaknya orang lain yang berkeinginan sama n saat kita terpilih menjadi CPNS kita telah menyingkirkan saingan lain yang juga bertekad akan menjadi CPNS.
Kemudian kita resign, keluar.
Kenapa?
Kenapa gak dari awal aja, gak usah ikut pendaftaran. Mungkin dengan masuknya Anda jadi abdi negara, menggugurkan orang lain yang benar-benar berniat jadi PNS untuk membangun negara ini. Tapi karena Anda masuk, dia gagal. Kemudian Anda keluar. Anda gak merasa jahat?

Yaa, mungkin ada yang merasa "ketidakcocokan cara pandang" dengan menjadi PNS saat bekerja. Tapi, dengan banyaknya sentimen negatif masyarakat, seharusnya Anda sudah berpikir konsekuensi negatif yang Anda terima saat bekerja dalam instansi ini.

Bagi gue, ini bukan masalah "keluar dari zona nyaman", ini lebih kepada "berapa jiwa yang Anda kalahkan, Anda gugurkan, Anda kecewakan, tetapi kemudian Anda memutuskan untuk berhenti".

Think twice.

Rabu, 10 September 2014

The First Theater

Tepat setahun lalu..

Setelah selesai pemberkasan n rapat koordinasi (sebagai tanggung jawab sebagai ketua senat) gue bergegas menuju terminal busway tepat di seberang Kantor Pusat DJBC. Dengan tas penuh berisi map berkas-berkas penting, terselip kertas hasil cetak empat hari yang lalu berisi verifikasi untuk nonton teater "Boku no Taiyou".

Ya, sudah lama gue memimpikan untuk menonton langsung teater JKT48 n akhirnya kesampaian begitu gue dipanggil untuk melakukan pemberkasan di Jakarta. Waktu itu yang terbersit bukannya membuat SKCK atau Surat Keterangan Sehat, adanya malah: "Semoga dapat verifikasi nonton teater!"

Minggu, 31 Agustus 2014

Bensin, Pemerintah dan Kenangan

Sebagai seorang abdi negara yang alhamdulillah dapat penempatan deket dengan kota asal, tiap seminggu sekali menunggangi kendaraan kesayangan bolak-balik rumah-kantor udah jadi hal yang lumrah. Banyak yang bilang "mending tiap hari aja pulang pergi Martapura-Banjarmasin bro, cuma 40 km", gue jawab "capek". Masuk 07.30 n pulang 17.00 belum ditambah kerjaan di bagian sekarang yang lumayan banyak, bikin gue gak sanggup buat tiap hari PP. Plis, gue bukan anak kuliahan. :3

Jelas, seminggu sekali mesti ngisi bensin. Untungnya Revo lumayan irit, dengan kapasitas 100 cc n sialnya gasnya ditarik pol mentok di 100 km/jam. Mungkin itu untung juga ya, jadi gue gak ngebut-ngebut banget. Hmm.

Minggu, 10 Agustus 2014

Nyinyir

Gue senang dinyinyirin orang. Kalau baca di socmed *baca: stalking* n nemu cecunguk-cecunguk yang no mention tapi arahnya ke gue, gue senang *sekaligus mau nampar*. Artinya dia ada perhatian ke kita. Hmm.

Sebenarnya gue gak suka nyinyirin orang. Bagi gue di socmed sekalipun kita harus jujur. Tapi terkadang socmed bersifat publik. Kalau kita labrak, seluruh dunia bakal tahu. Kalau chat dia, kesannya menggurui banget. Jadi gue akhirnya nyinyir, walaupun itu occassionally n mungkin saat gue nyinyir gue lagi labil.

Akhir-akhir ini gue nyinyirin orang-orang yang punya pacar di socmed. Bahagia bener kayanya nyiksa para jomblo dengan pamer kemesraan. Yaa kalau satu dua yang lewat gue masih tahan. Suatu hari ketika jumlahnya begitu banyak, akhirnya gue gak tahan buat nyinyir. Gue bilang yang cerita-cerita kebaikan, umbar kemesraan di socmed, kalau ntar putus itu ngakak-able banget. Ibaratnya dulu bilang "aku gak bisa hidup tanpamu" terus putus. TERUS DIA MATI GAK? GAK KAN?! Itu merupakan hal yang patut ditertawakan.

Eh dasar namanya socmed, gue nyinyir sebagian orang pasti ada yang ngerasa kan? N tepat sekali orang yang gue senggol balas nyinyirin gue! Makan tuh bait! Huahaha. Gue sih bayangin kalau dia putus aja maka gue akan ketawa keras sekali, tapi kalau dia nikah juga gue akan ketawa keras sekali.

"Satu kemesraan sepasang kekasih di socmed adalah satu kepedihan bagi para jomblo + doa biar cepet kelar pacarannya, entah nikah atau putus." Canis Camuju

Minggu, 27 Juli 2014

Inikah Benih Kita?

Hari Jumat kemarin, 25 Juli 2014. Gue n beberapa senior diajak seksi P2 untuk buka bersama di The Lotus Restaurant, hotel Mercure Banjarmasin. Sistemnya all you can eat atau dalam bahasa internasionalnya prasmanan. Makanan disediakan di meja-meja n kita bebas ngambil sampai perut gak bisa diisi lagi. Untungnya gue lihat gak ada yang bawa kresek buat dibungkus dibawa pulang kaya ibu-ibu kampung di acara kawinan.

Jadi gue udah selesai ngambil takjil n berencana ngambil main course *ppfft* yaa, maksudnya nasi beserta sayur-mayur n lauk pauk. Antriannya lumayan panjang. Muka gue emang gak ramah tapi hati gue n perilaku gue sangat lembut sehingga membiarkan beberapa ibu-ibu nyalip gue dengan alasan ngambil piring. Sejauh ini gue fine aja. Mungkin orang dibelakang gue gak fine karena antrian dia jadi lebih lambat. Apa boleh buat sebagai seorang introvert gue hanya bisa diam n menatap tajam. Syukurlah mereka mengerti, tapi si ibu-ibu yang nyalip emang kurang ajar.

Disinilah ironi muncul, di sebelah kanan gue ada ibu-ibu ngebisikin anaknya yang mungkin masih berusia 5 tahun. Mungkin bisikannya pelan, tapi sebagai seorang stalker profesional yang terbiasa menguping pembicaraan gebetan di Twitter, gue bisa mendengar apa yang dibisikkan ibu itu.

"Nak, langsung ke situ aja *nunjuk etalase ayam karih* ambil yang banyak ya."

Si ibu tanpa perasaan bersalah nunjuk ke nampan ayam karih yang bahkan antrian di belakangnya mencapai belasan orang. Tanpa mengajarkan anaknya mengantri saudara-saudara! Si bocah yang lugu tentu saja mau, mungkin dia sering dipukuli di rumahnya, kita tidak tahu. Tapi orang-orang di depannya dengan senang hati (dalam hati sih dongkol, tapi monster kaya apa sih yang mau ngebentak anak kecil?) melewatkan si anak untuk mengambil empat potong ayam karih.

Sungguh, bagaimana generasi bangsa ini ke depannya jika dari kecil, saat masih polos-polosnya kita sudah diajarkan melawan tata krama?
Cerdas dalam intelejensia itu terlalu mainstream, mengapa kita tidak belajar kecerdasan yang beberapa tingkat jauh lebih sulit? Kecerdasan sosial.

Senin, 30 September 2013

September 2013, Bulan Bersejarah Bagi Idoling n Working

Sejak awal Agustus, ketika gue magang. Tiba-tiba temen gue ngabarin kalau JKT48 bakal konser di Banjarmasin. Satu kata waktu itu. WOW. Walau gue belum yakin bisa nonton atau gak karena tanggal konsernya 29 September yang notabene masih sekitar 2 bulanan, apalagi sekitar tanggal segitu ada kemungkinan peristiwa-peristiwa penting menyangkut masa depan gue sebagai CPNS setelah lulus hampir setahun. Gue berpikir, mungkin ini perjudian terberat dalam hidup.

Penjualan tiket awalnya direncanakan pertengahan Agustus yang ngaret sepuluh harian ke tanggal 26 Agustus. Gue yang udah niat dari awal mau nonton, memesan tiket di hari pertama penjualan. Setelah memahami set tempat yang rencananya diselenggarakan di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin alias Gedung SuSu, gue memutuskan untuk membeli tiket kelas pertengahan agar perjudian ini tidak merugi besar jika kalah. Toh, badan gue cukup tinggi n mata gue zoom-nya masih bagus. Daripada mesan VIP yang selisih 150ribu ditambah bujet yang juga pas-pasan. Oke, tribun bawah aja.

Senin, 17 Juni 2013

#RIVERJKT48Keliling2 #Balikpapan

Sabtu pagi yang cerah. Dengan semangat gue memulai pagi saat azan Subuh sekedar untuk sholat n tidur lagi sampai jam 10.

Yap. Sabtu, 15 Juni 2013. Penjualan Single RIVER dari JKT48 menyambangi Balikpapan n beruntungnya gue ada di kota ini karena mereka gak jualan di Banjarmasin. Gue udah excited dari kemarin-kemarin karena seperti yang pembaca tahu gue udah ngibulin lumayan banyak orang dengan cerita bahwa ikut penjualan album Heavy Rotation pas mereka di Banjarmasin. Nyatanya, gue mesan album tersebut dari Adit di Jakarta. Kali ini, setidaknya gue bakalan ngerasain sensasi gimana sih rasanya ngantri album JKT48? Gimana sih rasanya sendirian di tengah-tengah komunitas fans JKT48? Jawabannya bakal terjawab saat gue berangkat ntar.

Setengah 11. Sesuai dengan pemberitahuan penjualan dimulai pada pukul 10.30 WITA. Gue berangkat menuju kantor radio KPFM yang ternyata setelah gue survei lokasi kantornya berada dekat *kalau gak mau disebut di seberang* Kanwil DJBC Kalbagtim, tempat gue magang sementara di Balikpapan ini. Dengan prinsip "anti-bayar parkir", gue numpang parkir di Kanwil. Awalnya ditanya Pak Satpam, "Darimana ya?" Mungkin beliau lupa kalau gue anak magang, jadi dengan tersenyum gue menjawab sejujurnya dengan manis. Alhamdulillah, gue diizinin buat numpang parkir.

Kamis, 13 Juni 2013

Here It Comes! Heavy Rotation!

Oke, sebenarnya udah datang cukup lama. Tapi berhubung datang barangnya pas gue lagi sibuk mau ke Balikpapan karena ada panggilan mendadak *ecie* jadi baru bisa posting sekarang.

Kamis, 30 Mei 2013. Tanpa ada pemberitahuan nomor resi atau apa dari Adit tiba-tiba aja ada sms dari Bokap yang isinya bilang kalau kiriman sudah datang. Saat itu gue sedang di Banjarmasin, masih magang n ngeberesin kerjaan karena siangnya mau pulang ke Martapura. Nah lho, kenapa gue pulang hari Kamis? Padahal kan Jumat masih kerja? Mari kita mundur sehari sebelumnya.

Rabu, 29 Mei 2013. Gue sedang asyik baca-baca contoh nota dinas di ruang Kepatuhan Internal atau KI di KPPBC Banjarmasin. Ya, gue sedang magang di Banjarmasin terhitung sejak 13 Mei. Saat itu, Bapak-Bapak yang bertugas di KI sedang diklat semua. Jadi kedatangan gue disitu seperti angin segar karena selagi beliau-beliau diklat, ada gue yang mem-backup.

Kamis, 16 Mei 2013

Gue dan Waktu dan "CD+DVD JKT48 Heavy Rotation"


Sekitaran bulan Februari, awal-awal gue ngefans sama JKT48, mereka merilis album pertama mereka. Awalnya gue biasa-biasa aja, toh seumur-umur gue gak pernah beli CD original. Tapi ternyata yang ini beda, ada bonus PhotoPack alias PP alias foto salah satu member yang menjadi bonus untuk versi CD+DVD seharga 99ribu rupiah. Ada juga yang versi CD doang bonusnya kartu batu-gunting-kertas, harganya 50ribu rupiah.

Hal tersebut masih belum menggoyahkan gue sebagai fans gratisan yang hobinya download lagu bajakan. Terutama karena kondisi gue saat itu *n sampai sekarang* yang pengangguran sehingga gak punya penghasilan. Tapi gue bertawakal kalau punya uang lebih mau beli sih, sayangnya buat beli sabun muka aja gue gak punya uang. Meskipun berhadiah PP, tapi PP yang didapat random. Iya gue suka JKT48, tapi gue kan juga punya member favorit, jadi kalau dapat foto member yang gue gak terlalu kenal kan aneh kalau gue pamer-pamerin terus orang-orang nanya "kok lu tambah ganteng sekarang Zar?" *abaikan*

Selasa, 30 April 2013

Arya Wiguna dan Video Lipsync-nya

Perseteruan antara Adi Bing Slamet dengan Eyang Subur menjadi sangat mainstream akhir-akhir ini. Ajaibnya, di antara celah pertikaian tersebut, seseorang bernama Arya Wiguna menjadi sangat populer. Why? Mengapa? Karena kemarahannya terhadap Eyang Subur disukai masyarakat. Banyak yang memarodikan penampilan Arya Wiguna dengan jargon "Demi Tuhan!" yang bahkan kalau ditayangkan di TV disensor. -_-

Ngomong-ngomong Arya, ada beberapa Arya yang pernah gue kenal di kehidupan gue. Pas SMP ada seorang Arya yang kelihatan pendiam, padahal kalau kenal ternyata usil. Pas di Sipil ada Arya yang mukanya oriental n jago berbisnis. Terakhir di Bea Cukai ada Arya yang kelihatan ngenes padahal kelakuannya amoral.

Dari sekian banyak video Arya Wiguna yang bertebaran di YouTube, ada satu video yang bikin gue ketawa-ketawa sendiri. Videonya memang gak jelas, lebih tepatnya kata-kata asli Arya Wiguna ini diubah jadi suka-suka yang bikin. N sangat tidak nyambung.

Senin, 29 April 2013

RIVER

Bermula dari pengumuman konser spesial Heavy Rotation tanggal 22 April kemarin, dimana yang bisa menontonnya melewati semacam metode undian dengan kombinasi CD promosi n album Heavy Rotation. Gue udah menduga bakal ada surprise dalam konser ini, semisal single terbaru.

Kadang gue heran sama orang-orang rumah. Tiap JKT48 tampil di TV, pasti komentarnya "lagu ini tarus, kededa yang hanyar kah?" dimana itu artinya "kok lagunya ini terus, gak ada lagu baru ya?" Padahal tiap tampil bawain beda-beda lho. Heavy Rotation, Gomenne Summer, Baby! Baby! Baby!, Hikoukigumo, Aitakatta. Tapi selalu komennya gitu, heran juga. Padahal kalau Cakra Khan nyanyi, lagunya malah cuma satu, Harus Terpisah. Nah, gak ada yang komentar. -_-

Dugaan gue benar, bukan berarti gue keturunan paranormal. Pada konser spesial tersebut, RIVER dibawakan pertama kali. Gue udah pernah dengar RIVER versi AKB48 n gue rasa boleh juga nih. Terus lihat juga video klip RIVER yang dibawain SNH48. Kok kedengaran aneh, kayanya telinga gue lebih familiar dengan bahasa Jepang dibanding Mandarin.

Minggu, 17 Juni 2012

Suatu Pagi di BDK Balikpapan..

Kejadian ini masih fresh terjadi. Tepatnya hari Jumat tanggal 15 Juni 2012. Seperti biasa dengan gagahnya gue memimpin apel. N sesuai jadwal yang berlaku, hari Jumat adalah jadwal latihan fisik. Disini, jika pejabat pengambil apel tidak memilih apakah lari atau push-up, gue sebagai Ketua Senat berhak menentukan.

Berhubung Mas Abdul selaku pejabat pengambil apel tidak menentukan mau ngapain. Maka gue memutuskan untuk lari keliling komplek BDK 3 kali. Yang mana keputusan ini kurang disukai Pajak B yang suka push-up n disenangi Pajak A yang senang lari. Sedangkan dari kubu Bea Cukai ngikut aja.

Lari pun dimulai. Seperti biasa gue menyanyikan yel-yel lari yang mana sering mengalami revisi n amandemen n pagi itu berbunyi sebagai berikut: 

Rabu, 13 Juni 2012

Banyak Hutang!

Tujuan awal gue nulis blog ini adalah berbagi pengalaman seputar apa yang telah terjadi di hidup gue ini dengan gaya bahasa gue. Walaupun akhir-akhir ini gue kehilangan sense, gue percaya gue masih bisa menulis dengan lawakan yang sebenarnya jayus dan bikin orang gak ketawa. Tapi kalau baca blognya di sebelah gue, karena gue ketawa (meskipun ketawanya juga agak maksa) mau gak mau orang yang baca juga mesti ketawa. Gak ketawa gue suapin upil!

Berhubung gue orangnya kurang bakat di olahraga n musik, seringnya tulisan gue disini dibikin per bagian-bagian n bikin orang penasaran dengan lanjutannya. Bahkan sampai sekarang lanjutannya belum ada. Sebenarnya gue lupa Gue sengaja tuh bikin kalian semua penasaran. Hhe.

Jadi, jadi, jadi. Doakan aja gue ingat sambungan dari cerita yang gue tulis sebelumnya secepatnya gue menulis sambungan dari cerita yang belum selesai ini. Ini hutang-hutang gue yang bikin ketawa para pembaca yang budiman tertahan n gue gak bisa tidur tenang tiap malam. Eh, itu gara-gara nyamuk deng! 

Selasa, 12 Juni 2012

Anda Tidak Perlu Bertemu Seseorang Untuk Mengenal Seseorang

Gue ini orangnya pemalu, sulit bikin teman baru kalau ada di lingkungan baru. Tapi, kalau sudah kenal lebih jauh malah jadi malu-maluin. Entah sudah berapa teman gue yang nyumpahin gue gara-gara gue hina-hina. Tapi gue gak berani ngehina orang yang gak gue kenal, semisal tukang cendol yang jualan di Makassar. Nah, lo kenal gak? Gak juga kan? Makanya jangan dihina.

Rata-rata teman-teman gue adalah orang-orang yang berani menegur gue lebih dulu karena entah apa dalam diri gue yang bikin gue malu negur orang duluan. Bahkan untuk sekedar salaman habis shalat Jumat aja gue malu. Nah lho. Kayaknya gue mesti periksa ke psikiater.

Hal ini sungguh merepotkan saat gue lihat cewek cantik. Toh kenalan ke cowok aja gue malu-malu. Apalagi ke cewek. Secara naluriah, cewek mana juga yang berani ngajak kenalan cowok duluan. Biasanya cewek yang berani ambil langkah pertama adalah tipikal cewek hiperaktif dan biasanya gak cantik. Alhamdulillah waktu SMA gue masuk OSIS/MPK n menurut gue cewek-cewek di organisasi ini umumnya cantik dan manis. Serius!

Kamis, 07 Juni 2012

The Spirit of "Instruktur Senam"

Sejak SD gue selalu merasa jadi instruktur senam itu keren. Bisa jadi karena pas SD n SMP yang jadi instruktur senam adalah kaka kelas gue yang keren. Inspirasi gue adalah, gue jadi instruktur senam dan banyak adik kelas yang terinspirasi jadi instruktur senam juga karena melihat gue yang keren menjadi instruktur senam. Bingung? Saya juga.

Waktu SD, senam pagi dilaksanakan setiap Jumat pagi. Instrukturnya siswa n siswi kelas 4 sampai kelas 6. Rata-rata cewek semua, cuma beberapa orang yang cowok n gue pikir mereka keren. Waktu SMP hanya ada 1 orang cowok yang jadi instruktur senam n gue masih berpikir kalau dia keren.Waktu SMA, yang ngatur senam itu teman-teman dari Sekbid 7. Ada sih cowoknya, si Angga. Dia gak keren sebenarnya, tapi tetap gue pikir instruktur senam itu keren. Well, sepertinya ada yang salah di pikiran gue. Pasti kebanyakan orang berpikir 'ngapain jadi instruktur senam? Malu-maluin aja.' Bagi gue jawabannya hanya satu: keren! Ironisnya, selama SD sampai SMA gue gak pernah jadi instruktur senam.

Rabu, 06 Juni 2012

3 Minggu Sebelum UAS

Tuh kan, kalau mau nulis pasti bingung mau nulis apa. Akhir-akhir ini gue kehilangan jiwa menulis. Hha.

Selamat pagi para pembaca sekalian, sudah sangat lama gue gak menulis padahal sebenarnya gue hampir tiap hari online. Entah mengapa, padahal banyak juga cerita disini yang bisa ditulis. Sepertinya karena terlalu fokus belajar *ceileeeh* membuat gue kehilangan sense. Padahal gak baik tuh, seharusnya kita harus tetap menulis dan menulis. Apalagi tersedia fasilitas wifi di kampus yang lemotnya minta ampun.

Senin, 19 Maret 2012

Kembali Untuk Dua Minggu

Yeah, semester 1 di Balikpapan berakhir. Gue baru saja kembali ke Banjarbaru-Martapura tercinta dan kini sedang duduk di depan komputer tua di kamar gue.

Baru sadar kalau bulan Februari gue gak ada nge-blog. Padahal perkuliahan sehabis UTS lebih santai. Entahlah, gue pikir gue gak punya bahan. Seperti niat untuk bikin karya tulis lagi juga belum terlaksana. Ide di kepala sih banyak, tapi rasanya sulit banget untuk dijadiin tulisan.

Alhamdulillah, UAS 1 selesai. Artinya semester 1 selesai. Gak menunggu lama, 3 jam setelah UAS gue langsung naik bis. Perjalanan memakan waktu sekitar 13 jam.