Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Life. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2020

Rapsodi

Kulihat ada yang bersinar di kedua bola matamu, Oh kasihku
Kau buat malam gelap ini jadi penuh cahaya, terang kilau pesona
Kau buat aku sempurna saat kau berkata "iya"
Kau izinkan ku berlaga mengarungi dunia di sisimu selamanya
Kasih andai anganku bersuara dia kan bernyanyi
Rapsodi indah yang kan bermuara di fajar hati
Kelingking kita berjanji, jari manis jadi saksi
Bahagia, hingga sang bumi enggan berputar lagi
Kita saling bersandar hingga bumi tak berputar
Cinta kita takkan pudar selamanya
Kasih dengar anganku bersuara di fajar hati
Kelingking kita berjanji, jari manis jadi saksi
Bahagia, hingga sang bumi enggan berputar lagi

Image result for dua cincin

Senin, 19 Juni 2017

Pernikahan yang Barokah Akan Kamu Dapatkan Jika Kamu Meninggalkan 4 Sifat Ini

Semua pasutri muslim tentunya berharap bisa membentuk rumah tangga sakinah mawaddah warahmah dan memperoleh pernikahan yang penuh barokah.
Tapi banyak yang lupa bahwa untuk sampai ke titik tersebut ada ikhtiar yang perlu diupayakan, salah satunya adalah dengan menghilangkan beberapa sifat yang kontraproduktif terhadap tujuan tersebut.
Apa saja sih sifat-sifat yang harus lenyap dari diri kita atau minimal berkurang agar memudahkan kita mencapai pernikahan barokah?

1. Malas
Apa kegiatan Sahabat sehari-hari terutama ketika libur sedang tidak ada kerjaan? Pantengin acara TV? Stalking sosmed? Nonton berseason-season Korean Drama? Atau tidur cantik seharian?
Hampir bisa dipastikan hal itu pula yang akan Sahabat lakukan ketika sudah menikah. Atau bisa jadi derajatnya lebih parah.
Karena biasanya seorang yang masih belum menikah berusaha melakukan banyak amalan kebaikan agar dipermudah datang jodoh, tapi begitu sudah menikah. Sudah kehilangan motivasi untuk meningkatkan kualitas atau kuantitas amalan.
Padahal untuk mendapat pernikahan penuh keberkahan, kita perlu action, melakukan sesuatu yang manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh diri sendiri tapi juga orang lain.
Tidak musti keluar rumah siih… action yang dimaksud bahkan bisa juga dilakukan sambil tidur-tiduran di dalam kamar, misalnya dengan membuat tulisan positif setiap harinya, menghafal quran, atau, belajar hal baru melalui youtube.
Ada juga pasutri yang membangun rumah baca di mana-mana, melakukan penggalangan dana untuk membantu orang-orang yang terkena penyakit dan aktivitas lainnya yang nyata manfaatnya.
Yang jelas, jika kegiatan kita hanya bermalas-malasan, tidak melakukan apapun yang membawa manfaat untuk dunia ataupun akhirat, jangan harap bisa mendapat pernikahan barokah.
Oya, namun jangan salah… Untuk para wanita, mencuci dan menyeterika baju suami, menyiapkan makanan, mengurus anak di rumah, itu adalah kegiatan rutin harian yang in syaa Allah dahsyat pahalanya.
Jadi tidak perlu merasa ‘minder’ atau merasa kurang manfaat karena ‘hanya’ mengurus rumah tangga di rumah, selalu berdoa agar anak-anak yang lahir dari pernikahanmu adalah calon pemimpin umat masa depan. In syaa Allah jika hati ikhlas, maka semua yang dilakukan akan berbuah kebaikan.

2. Perfeksionis
Kalau pekerjaan kita adalah dokter ahli bedah, menjadi pefeksionis itu harus. Jangan sampai salah jahit, salah potong, atau ada benda ketinggalan di badan orang lain.
Akan tetapi ketika bersama pasangan dan anak-anak nantinya, plis… Kurangilah sifat perfeksionis, karena pada dasarnya tidak ada manusia yang sempurna lho.
Tak perlu marah-marah ketika suami selalu menaruh handuk basah sembarangan, tak perlu marah-marah kalau istri selalu lupa masukkan garam ke dalam masakan, biasa saja… Toh itu bukan dosa besar.
Jangan keseringan ngomel, “Aku kan sudah bilang ribuan kali… Jangan lupa matikan kran kalau keluar dari kamar mandi!”
Memang tampak menyebalkan kalau hal-hal kecil yang sudah kita peringatkan pada pasangan terus aja dilakukannya. Tapi di situlah seninya pernikahan, agar dua orang yang tidak sempurna bisa menjadi sempurna karena bisa saling menerima kekurangan.
Tidak sedikit orang yang terlalu perfeksionis berakhir pada perceraian, karena ia tak bisa menerima ketidaksempurnaan orang lain dan merasa lebih mudah jika menjalani hidup sendirian saja. Jadi… Belajar kurangi sifat perfeksionis yaa!

3. Gampang Tersinggung dan Mendendam
Jika ada yang menghina Allah, Rasulullah, dan Islam bolehlah kita merasa tersinggung, bahkan harus tersinggung sebagai tanda keimanan! Akan tetapi kalau cuma dibilang cucian kurang bersih, masakan kurang enak, yaa tidak usah baper, apalagi sampai mendendam.
Biasanya ini terjadi dalam konflik antara istri dan ibu mertua. Semua yang dilakukan istri selalu dikomentari, tidak ada yang benar, tidak ada yang beres, maka sebisa mungkin abaikan masalah-masalah yang bisa bikin baper tersebut.
Kebalkan hati dan tetaplah berbuat baik sekalipun pasangan atau mertua atau ipar bersikap menyebalkan. Percayalah bahwa hidup di dunia ini hanya sebentar saja, fokus pada ridho Allah in syaa Allah beres.
Asiyah yang bersuamikan seorang Fir’aun yang kafir saja bisa bertahan dalam rumah tangga bahkan mendapat istana di surga karena kesabarannya tersebut. So, kurangi sifat gampang tersinggung alias baperan. Percayalah bahwa selama pernikahan sangat mungkin engkau akan memanen air mata.
Pernikahan bukan melulu soal yang indah, romantis dan menyenangkan, tapi juga soal mengelola konflik, perbedaan pandangan dan cara penyampaian. Maka jika kita semakin mahir mengelola perasaan, semakin kebal dan tak mudah baper, semakin mudah pernikahan kita jalani.Apapun masalahnya takkan jadi masalah.
Sebaliknya, semakin sensitif kita, gampang baperan, mudah tersinggung, hobi memendam dendam, maka seremeh apapun permasalahan akan selalu jadi masalah besar. Bukan pernikahannya yang salah, bukan rumah tangganya yang seperti neraka, tapi sifat kita yang terlalu rapuh lah yang membuat segalanya terasa sulit.
Bagi yang punya perasaan sensitif, belajarlah hanya mengurai air mata jika berhubungan dengan dosa-dosa kita sendiri, hanya menangis jika mengingat azab dan beratnya pengadilan padang mahsyar. Hanya menangis karena bertaubat pada Allah.
Plis jangan menangis hanya karena suami tidak mendengar curhatan kita, hanya karena mertua selalu menyerocos, karena hal tersebut tidak istimewa, mungkin sekitar 70% wanita yang sudah menikah mengalaminya. Menangis sebentar tak apalah, tapi kalau sampai berhari-hari yaa jangan. Terlalu sepele.

4. Egois
Sifat yang paling perlu dimusnahkan dalam pernikahan adalah egois! Akan tetapi fokuslah pada menghilangkan sifat egois diri sendiri, bukan sifat egois pasangan! Karena terlalu melelahkan mengurusi sifat egois orang lain.
Sifat egois alias mementingkan diri sendiri sebenarnya memperlihatkan tidak dewasanya seseorang. Seperti bayi yang tidak mau tahu ibunya sedang repot atau tidak, pokoknya setiap kali menangis, dia minta kebutuhannya dipenuhi. Entah itu popok yang basah, perut yang lapar, minta digendong, pokoknya HARUS segera dipenuhi.
Memiliki pasangan yang egois pastinya lebih menyulitkan daripada mengurus bayi, maka itu sejak sebelum pernikahan cari tahu kadar egois calon pasangan hidup kita.
Orang yang tidak pernah mau mengalah dalam perdebatan biasanya memperlihatkan sifat egois yang tinggi, pendapatnya harus selalu disetujui, permintaannya harus selalu dipenuhi, semua kebaikan dan kehebatan yang dilakukannya harus diapresiasi dan dielu-elukan. Capek deh…
Maka jika mengharapkan pernikahan barokah, minimalisir sifat egois dalam diri kita. Buat kaum pria, belajar membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah tangga atau bergantian mengurus anak, sama sekali takkan mengurangi kadar gentleman Anda, justru bakal meningkatkan derajat keshalihan.
Jangan egois menyerahkan semua urusan domestik pada istri, silakan rasakan seminggu saja di rumah terus-menerus dengan melakukan kegiatan mencuci baju, menjemur, mengangkat jemuran, menyetrika, menaruh baju ke lemari, belanja, memasak, mencuci piring dan peralatan masak, menyapu, mengepel, menggendong anak yang rewel, membuatkan bubur dll.
Bahkan jikalau pun Anda berhasil melakukannya, belum ada apa-apanya dengan kelelahan istri saat hamil dan melahirkan.
Jadi jangan menganggap diri hebat sudah bekerja banting tulang untuk memberi makan anak dan istri, sehingga tidak mau lagi direcoki oleh urusan domestik. Bahkan Rasulullah saja bersedia membantu istrinya di rumah.
Untuk para istri, jangan egois minta selalu diperhatikan suami, dan ngambek jika tidak diperhatikan, ingatlah suami juga punya tanggungjawab pada pekerjaannya, orangtuanya, kesehatannya, maka janganlah egois apalagi sampai meminta lebih dari kemampuan suami menyanggupinya.

Sekian dulu kajian kita mengenai beberapa sifat yang perlu dimusnahkan agar mendapat pernikahan barokah, semoga bermanfaat.

Sumber: islamidia.com

Senin, 08 Mei 2017

Nonton Bioskop Sendirian.. Secara Harfiah

Mungkin gue udah beberapa kali nonton bioskop sendiri. Selain nature gue yg emang gak terlalu suka bergumul dengan banyak orang, film yg biasa gue tonton sendiri merupakan film yg kurang mainstream. Singkatnya, kalau film mainstream pasti nontonnya barengan karena mainstream *duh.

Yg jelas banget gue ingat nonton sendiri itu adalah Perahu Kertas part 1 n 2. Karena gue kadung nge-fans sama novelnya *gue anggap Maudy Ayunda sebagai bonus, gue jadi nonton sendiri karena temen2 gue bukanlah penikmat drama.

Pas part 1, gue mesan sendiri dengan tatapan masa bodo sampai mbak2 yg jaga ketawa sendiri *atau perasaan gue aja karena biasanya perasaan itu sesuai apa yg dirasa. Bayangin seorang cowok, tampan, nonton film drama, sendirian. Segitu hinanya kah diriku ini?
Di part 2, gue menggunakan sedikit kecerdasan gue dengan memesan sambil pura2 nelpon. Singkatnya gue mesan tiket sambil seolah ngobrol sama orang lain di hp padahal gak, yg nanya "eh lu kursi berapa? Oh C ya? C11? Oke2." kemudian gue senyum ke mbak2 yg jaga n bilang "C10 Mbak".

Kebiasaan ini masih berlanjut hingga ke tayangnya film Bima-X yg berjudul Satria Heroes: Revenge of Darkness. Gue udah ngikutin serial Bima dari 2013, jadi mubazir kalau gak nonton filmnya. Kebetulan gue juga belum nonton Guardian of the Galaxy vol. 2, jadi sekalian gue beli tiketnya tapi beda jam *ya iyalah. Gue beli Satria Heroes duluan karena gue nge-fans, n juga gak mau visual effect-nya kebanting. N gue juga nontonnya gak pas premier karena pas premier gue pas lagi ada kegiatan. Tapi denger2 yg gue agak skeptis juga, Satria Heroes mau kejar target sejuta penonton. Jadilah gue mau lihat berapa orang yg nonton.

Jam film-nya mulai pagi bener. 12.30 alias pas baru bioskopnya buka. Pas pintu studio buka, gue juga santai2 dulu. Gue lihat ada bapak2 bawa anak, jangan2 anaknya fans Bima-X juga mau nonton. Akhirnya gue masuk studio yg rupanya kosong. Oke, gue menganalisa mungkin gue kepagian. Setelah beberapa trailer, film pun dimulai n gue baru sadar kalau isi studio itu cuma gue.
Ya,
Cuma gue,
Sendirian,
Sampai film habis.
Denger2 film-nya ada post credit scene, jadi gue nunggu sampai bener2 habis karena mau lihat bocoran season 3 Satria Heroes-nya. Gue udah siap2 alasan kalau tiba2 pasukan bersih2 datang n ngusir gue. Tapi hingga layar bioskopnya hitam pun,
Gue masih sendirian.
Sendirian.
Karena udah lewat post credit scene, akhirnya gue putuskan balik. N gue baru sadar jikalau pintu exit-nya gak kebuka.
Gue coba ke pintu masuk, itu pun juga ketutup.
Gue coba dorong2, gak bisa kebuka.
Sial.
Gue udah mikir aneh2 kan, jangan2 warga kota udah hancur semua karena pertarungan Bima-X barusan n gue selamat karena nonton sendirian dalam studio yg ternyata shelter anti-kejahatan.
Setelah beberapa saat kalut, akhirnya ada yg buka pintu. N reaksi yg bukain "loh ada yg nonton?"

Oke, target sejuta penonton itu ketinggian.

Selasa, 04 April 2017

Pergi, Hilang dan Lupakan

Dunia hari ini begitu tak berarti
Tak berjalan cepat seolah tak perduli
Lambat laun ku bertahan dengan hari ini
Hari yang tak akan pernah berakhir

Semua telah berubah sejalan dengan waktu
Setiap detik berharga bagiku
Waktu pun ingin ku ubah
Untuk kembali tertawa
Aku hanya bisa menangis, aku tak bisa

Lupakanlah semua kenangan ini
Hancurkanlah semua mimpi-mimpi
Jangan pernah kembali dan takkan pernah kembali
Dan janganlah kau pernah berikan aku satu harapan
Dan karena ku ingin pergi, hilang dan lupakan

Maafkanlah diriku
Atas semua kesalahan yang ku perbuat selama ini kepada dirimu
Dan ku berjanji akan melepasmu dengan senyuman yang akan kau ingat dan kau kenang sampai mati
Selamanya
Selamanya
Selamanya
Selamanya...

Rabu, 27 Januari 2016

Punggung Milikmu

Dalam kerumunan yang mengarah stasiun
Menunggu lampu merah di perempatan jalan

Aku menyadari keberadaanmu
Tapi kau tak menyadari tatapan ini

Semua orang di sekitar terlihat bagai saingan
Dengan sifatku ini tak akan bisa maju

Punggungmu itu selalu saja jauh dan tidak bisa kucapai
Hanya bisa menunggu kamu berbalik

Walau aku memanggilmu, pasti ‘kan terhapus oleh keramaian
Perasaan sayang ini kehilangan tujuannya

Dicintai orang yang tidak disangka itu
Walau dekat sekalipun tidak disadari

Jangan-jangan aku melihat padamu
Dengan tatapan mata yang seperti itu
Hanyalah seorang dari banyak teman laki-laki
Bagi dirimu aku pastilah

Maafkan

Mengharap dicinta tak bisa jikalau tak percaya diri
Ku menghindar seperti tiada apapun

Dari tempat yang sedikit jauh ingin menjadikanmu milikku
Bicara dengan senyuman di dalam hati saja

Hello hello hello
(kusangat suka)
Meskipun begitu
(ku simpan saja)
Lalu berjalan ke punggungmu

Hello hello hello
(kusangat suka)
Kesempatan tapi
(semakin jauh)
Sangat menyakitkan

Punggungmu itu selalu saja jauh dan tidak bisa kucapai
Hanya bisa menunggu kamu berbalik

Walau aku memanggilmu pasti ‘kan terhapus oleh keramaian
Perasaan sayang ini kehilangan tujuannya

Jumat, 11 Desember 2015

Tanggal Merah

Gue sendirian di ruangan, berkutat dengan Laporan Keuangan Semester 1 yang belum selesai juga gue kerjakan. Tetiba junior gue di ruang sebelah nongol.

Dengan setengah berbisik, dia bertanya.

"Mas, kita tanggal 1 ini (1 Januari 2016) gak libur ya?"

Gue diam sebentar, berusaha mencerna.

"Hah?"

"Iya, tadi aku lihat di kalender tanggal 1 ini gak libur Mas."

Seumur-umur gue hidup sampai sekarang, gue belum pernah ketemu tanggal 1 Januari gak libur. Atau mungkin ini juga salah satu pertanda kiamat sudah dekat ya?

"Lu serius? Mana kalendernya?"

Dia diam sesaat.

"Tadi saya lihat di kalender 2015 sih Mas. Itu kan ada sambungannya habis 31 Desember sebelahnya tanggal 1. Tapi 1-nya gak merah. Kayagini lho Mas.. *sambil menunjuk kalender di meja gue, hokinya kalender gue gak ada tanggal sambungannya di Desember*
.. Kok gak ada ya?"

Gue ngerti.
Ini anak pasti keracunan vetsin kedaluwarsa.

"Gini, coba lu cek di kalender 2016. Gue yakin pasti tanggal 1 Januari-nya merah."

"Masa sih Mas?"

Malah ngotot, heran gue.
Kayaknya udah akut mabuknya.

"Iye, lu cari dulu kalender 2016 baru kasih lihat gue. Pasti merah."

"Mas punya gak?"

*ada sih di mejanya Bang Jakir, tapi gue males ngambil*

"Gak punya.
Ya lu yang nanya masa gue yang nyari?"

"Iya juga sih Mas,
tapi beneran kan tanggal 1 itu libur Mas?"

"IYE.
Seumur-umur gue hidup belum pernah tanggal 1 Januari gak merah."

"Mas, tapi di kalender saya tadi tanggal 3-nya yang merah Mas."

*sekilas gue lihat kalender di komputer*

"Ya iyalah, tanggal 3 hari Minggu.
Udah, lu cari kalender 2016 aja sana baru tanya gue lagi.
Pukul gue kalau tanggal 1 Januari gak warna merah."

"Tapi Mas.."

*gue pelototin*

"Yaudah, makasih ya Mas."
Terus dia ngeloyor pergi.

Senin, 23 Maret 2015

The Seer of Possibilities

Terkadang, mahluk yang bukan dari dunia ini punya cara menarik untuk mencoba berhubungan dengan kita. Mereka bisa menggunakan Papan Ouija, hadir dalam mimpi, atau kadang mereka berbicara lewat orang lain. Masing-masing punya cara sendiri sesuai dengan yang mereka anggap paling efektif. Mahluk ini, yang berhubungan dengan Jack, berkomunikasi lewat komputernya, atau boleh dikatakan bahwa komunikasi ini lewat teks yang muncul dalam layar. Pertama kali hal ini terjadi, Jack sedang duduk menghadap komputer, bermain Solitaire. Lampu merah dari router berkedip menandakan koneksi internet bermasalah lagi. Hal tersebut nyaris merupakan kejadian wajib mingguan, dan Jack nyaris terbiasa dengan masalah internet itu. Saat sedang memindahkan kartu-kartu, layar berubah menjadi hitam sepenuhnya dan teks berwarna merah muncul kemudian.

“Hai Jack, aku butuh bantuanmu. Kau orang spesial -yang aku tahu- akan membantuku. Aku tidak bisa mengajukan hal ini ke sembarang orang. Aku benar-benar butuh bantuanmu.”

Sabtu, 07 Februari 2015

Panduan Bermain Survive! Mola Mola

Akhir-akhir ini sering gue lihat di beranda Facebook n TL Twitter sebuah fenomena menarik, tentang sebuah mobile game berisi sesosok makhluk yang bisa berevolusi dan mati. Iseng-iseng gue download n main, karena gue penikmat monster yang bisa berubah macam Digimon, Pokemon n Tamagotchi.

Ternyata berjudul Survive! Mola Mola. Permainan semacam Tamagotchi klasik dimana kita ngasih makan ikan sunfish alias Mola n entahlah tujuannya bikin si Mola ini jadi segede mungkin. Tapi sayangnya, dia rapuh n hobi mati. Karena gue awalnya bingung kenapa ini ikan mati terus pas beratnya 10 ton, iseng-iseng nyari guide-nya kesemuanya berbahasa Inggris. Isi panduan ini selanjutnya gue ambil dari blog ini.

Pertama, biar makin jago, ada beberapa upgrade untuk menambah berat si Mola.
1. Bisa lewat adventure. Dengan berbagai macam petualangan yang secara ajaib bisa bikin Mola tambah gendats.
2. Food. Sudah jelas, Mola perlu makan biar gede.
Untuk mengembangkan adventure n food baru, kita perlu MP (Mola point mungkin) yang bisa didapat saat Mola berevolusi jadi makin gede n saat si Mola mati. MP juga bisa dibeli, biasalah, namanya juga game freemium. Tapi gue gak ngerekomendasiin karena meskipun lama, tapi MP bisa dicicil sedikit demi sedikit. Disini tantangannya. Oh iya, jumlah food yang bisa dimakan Mola alias terpampang di layar bisa ditambah lho, pakai MP juga pastinya.

Mari kita fokus ke adventure. Maksimal jumlah petualangan adalah 3 kali n terisi 1 tiap 1 jam. Untuk petualangan pertama, kesempatan hidup-mati kamu adalah 50% n tiap mati nambah jadi 70%, 90% hingga maksimal 99%. Petualangan ini acak, jadi kamu gak bisa milih mau yang mana (kalau udah nambah jumlah petualangannya) n juga kalau di back alias gak jadi, kita tetap kehilangan adventure point yang udah dipakai. Ada 9 petualangan, n 2 petualangan tambahan di hard mode (wow, apa itu hard mode?)

Kemudian food alias makanan. Kita mulai dari plankton kecil kemudian ada 8 makanan tambahan yang bisa dibeli pakai MP n 3 tambahan lagi pada hard mode. Ada 8% kemungkinan Mola mati saat makan dengan alasan yang kadang bikin kamu senyum-senyum sendiri n saat pertama kali mati, kekebalan Mola untuk mati pada makanan tersebut menjadi 99,9%.

Nah, tiap kali kalian menemukan cara kematian baru, maka ada 15% bonus berat tambahan pada adventure n food. Sehingga Mola bisa lebih cepat gede. Selain mati saat berpetualang dan makan, ada juga kematian lain yang bisa kalian bikin lho buat nambah-nambahin persentase berat tambahan. Ini dia:
1. Pencet Mola secara brutal. Gak ada hitungan pasti, kabarnya 3.000 sentuhan, tapi gak pasti. Saran gue, jangan pakai satu jari, minimal 3 jari kalian grepe tu layar hape, usahakan jari kena Mola semuanya sampai dia mati. Huahahaha. Saat tersentuh, badan Mola akan mengembang-kempis n berbunyi "dung dung dung.."
2. Lu lihat di layar, di deretan kanan jumlah MP, ada gambar kamera. Kalian pencet, terus close. Sampai kayanya 10 kali. Mola pun mati, mati difoto.
3. Goncang hape secara menggila sekitar 1 menit. Kalau kalian peka, kalau hape kalian digoncang akan keluar buih yang banyak. Lama kelamaan Mola mati, karena matanya kelilipan. Awas hapenya kelempar, hape gue sendiri pelindung kacanya sampai lepas.
4. Redupin layar hape kalian sampai paling minim, tunggu beberapa saat. Mola akan mati kepentok layar.
5. Yang paling sulit. Tiap Mola mati, Mola akan hidup kembali. Pas hidup, ada intro. Jangan di-skip. Tunggu saat layar meredup n secepatnya kalian pecahin telur-telur Mola di pinggiran layar. Saran gue kalian swipe seluruh layar sambil hati-hati kena tombol skip. Kalau sukses, Mola bakal mati sebelum lahir. Kalau gagal, coba lagi saat Mola kamu mati ntar. Gue 2 kali percobaan baru berhasil. Lihat yang jeli, hancurkan semua telur Mola!
6. Setiap yang hidup pasti akan mati. Saat Mola kamu berukuran 10.000 kg, dia mati secara normal.
Kecuali nomor 6, kematian spesial ini hanya bisa kalian lakukan sekali. Karena Mola akan imun 100% setelah dia mati dengan cara nomor 1 sampai 5.

Nah, total penambahan bonus berat adalah (9 petualangan + 8 makanan + 6 spesial) x 15% = 345%.
Agar Mola kamu bisa melebihi 10 ton, kamu harus main di hard mode. Tapi usahakan yang di atas selesain dulu. Untuk masuk hard mode saat Mola kamu beratnya 5 ton, ada pilihan hard mode yang bisa dibeli seharga 10.000 MP.
Pada hard mode kalian bisa lebih berkembang. Mola bisa berevolusi n berpetualang lebih jauh lagi. Jangan lupa, jangan menjadi Living Legend. Jadilah Voyager agar bisa berkelana ke 7 samudra. Lucky seveen~

Nah, sekiranya sudah cukup panduan gue. Mungkin ada beberapa saran antara lain:
1. Gunakan adventure kalau mau ngejar matinya aja.
2. Membesar dengan makan saja.
3. Gunakan mati spesial dengan bijak. Karena saat kalian mati, kalian dapat bonus MP. N bonus MP terbesar kalau kalian mati melebihi 5 ton (senilai 5.000 MP) jadi kalau mau farming MP, gunakan kematian Mola dengan bijak.

Sukses dengan Mola kalian!

Sabtu, 31 Januari 2015

Awam

Sejak meluangkan waktu ke Jakarta n ke teater JKT48 untuk kedua kalinya, untuk dapat (akhirnya) bisa two-shoot [foto berdua] dengan oshi. Gue sepakat dengan diri sendiri untuk menggunakan foto tersebut sebagai DP [display picture, bukan down payment] Blackberry Messenger. Kemudian beberapa chat berhamburan datang sekedar bertanya kabar, hingga nanya dokumen tempo hari udah dikirim belum *loh?*. Intinya kebanyakan (mungkin) memuji masalah DP gue.

*Foto fenomenal yang dipertanyakan*

Lama kelamaan pembicaraan dengan beberapa kawan lama dan sejawat ini berujung ke apa yang layaknya disebut "rekognisi". Semacam:
1. "Gak nanya nomor hapenya berapa"?
2. "Gak sekalian dianterin pulang?"
3. "Gak PDKT sekalian?"
Well, mungkin ada yang niatnya bercanda. Tapi gue jelasin dengan hemat, sebagai fans, gue hanya melakukan apa yang dilakukan fans yang baik. Tidak mencampuri urusan pribadi orang yang gue dukung adalah salah satunya.

Tadi subuh, ada hal yang nge-trigger gue untuk bikin tulisan ini. Di beranda Facebook gue ada yang nge-share sekelebat tulisan mengenai seorang cosplayer (orang yang menirukan kostum anime, sepengetahuan gue ya) yang semacam "dipaksa" oleh seorang oknum yang "ngakunya fans". Dia minta (kalau gak salah) Friend Sign yang sepemahaman gue itu kertas, ditulis tulisan si cosplayer yang isinya kasih terimakasih sama si fans.

Sang cosplayer bilang, "ntar kamu dateng aja ke event cosplay yang ada aku, terus minta Friend Sign langsung. Si "fans" ini cuma minta secara dunia maya n ngaku belum pernah datang ke event cosplay. Cosplayer ini menjelaskan apalah artinya Friend Sign di dunia maya kalau belum pernah ketemu secara langsung, niatnya baik, karena kita hidup di real life kan? Tapi kayanya sepemikiran gue, si "fans" ini cuma minta Friend Sign biar bisa disombongin ke teman-teman dia (yang mungkin juga "hanya" di dunia maya).

Di komen-komen yang gue baca, tetiba ada quote yang entah kenapa membekas di hati.
"True fans never force his/her way to his/her idols. They support them, not threatening them."
Kadang mungkin, yang kita lihat kebanyakan. Terutama gue yang kayanya di kehidupan ini *sebenarnya bisa gabung ke komunitas sih, tapi gue sebenarnya malas. Huff, ambivert* cuma gue doang yang fans JKT48, orang-orang yang ngelihat semacam kaya, "wow banget, gila, lu niat kayagitu" dan bla bla bla lainnya yang menurut gue biasa aja. Tapi disisi lain, mereka juga kurang mengerti apa dan bagaimana fans berbuat. Karena bagi gue yang sangat menghargai peraturan, gue tahu bagaimana bersikap sebagai fans n meladeni orang-orang yang gue sebut mereka "awam" adalah terbaiknya, menjelaskan sedetil mungkin sesuai apa yang kita ketahui dan yakini.

Tapi kalau ada yang ngakunya fans tapi sikapnya ngalah-ngalahin ketidaktahuan para awam, ke samudra terluas aja kali ya?

Minggu, 21 September 2014

Resign PNS, Sebuah Keputusan Terbesar Dalam Hidup

Entah sejak kapan beranda Facebook (FB) sekarang dipenuhi berita dari orang lain. Entah itu teman FB Anda menyukai postingan orang lain, temannya teman FB Anda menandai teman FB Anda yang lain, ataupun sekedar postingan "yang disarankan" (bahkan pernah page majalah Playboy lho, gue gak masalah sih, yang masalah kalau di belakang ada bokap, bisa-bisa gue dikira nge-like itu page :v ).

Beberapa hari yang lalu gue cukup tergelitik dengan banyaknya temen-temen gue yang satu almameter tapi beda jurusan, yang sekarang sedang bersama-sama menjadi "calon" abdi negara. Nge-share berita tentang mereka yang berhenti jadi PNS n sekarang sukses mengembangkan usaha.

Well, gue tertarik n baca artikelnya. Yaa, ceritanya tentang "ketidakcocokan cara pandang" n "bagaimana keluar dari zona nyaman". Oke, dalam hati gue itu sah-sah aja. Hak semua orang. Silahkan.
Yang bikin gue gak sreg itu, sadar gak sadar negara kita ini masih dipenuhi mindset "belum mapan kalau belum jadi pegawai" sehingga mau tak mau banyak orang-orang tua kita yang *memaksa* kita untuk menjadi pegawai.

You know, kalau mayoritas orang-orang Indonesia seperti itu, kebayang dong *bukan kebayang, realitanya* setiap ada lowongan jadi CPNS, yang mendaftar bejibun. N yang diterima mungkin persentasenya di bawah 1%.
Tanpa sadar saat kita memutuskan ikut tes CPNS, kita sudah bersaing dengan banyaknya orang lain yang berkeinginan sama n saat kita terpilih menjadi CPNS kita telah menyingkirkan saingan lain yang juga bertekad akan menjadi CPNS.
Kemudian kita resign, keluar.
Kenapa?
Kenapa gak dari awal aja, gak usah ikut pendaftaran. Mungkin dengan masuknya Anda jadi abdi negara, menggugurkan orang lain yang benar-benar berniat jadi PNS untuk membangun negara ini. Tapi karena Anda masuk, dia gagal. Kemudian Anda keluar. Anda gak merasa jahat?

Yaa, mungkin ada yang merasa "ketidakcocokan cara pandang" dengan menjadi PNS saat bekerja. Tapi, dengan banyaknya sentimen negatif masyarakat, seharusnya Anda sudah berpikir konsekuensi negatif yang Anda terima saat bekerja dalam instansi ini.

Bagi gue, ini bukan masalah "keluar dari zona nyaman", ini lebih kepada "berapa jiwa yang Anda kalahkan, Anda gugurkan, Anda kecewakan, tetapi kemudian Anda memutuskan untuk berhenti".

Think twice.

Rabu, 10 September 2014

The First Theater

Tepat setahun lalu..

Setelah selesai pemberkasan n rapat koordinasi (sebagai tanggung jawab sebagai ketua senat) gue bergegas menuju terminal busway tepat di seberang Kantor Pusat DJBC. Dengan tas penuh berisi map berkas-berkas penting, terselip kertas hasil cetak empat hari yang lalu berisi verifikasi untuk nonton teater "Boku no Taiyou".

Ya, sudah lama gue memimpikan untuk menonton langsung teater JKT48 n akhirnya kesampaian begitu gue dipanggil untuk melakukan pemberkasan di Jakarta. Waktu itu yang terbersit bukannya membuat SKCK atau Surat Keterangan Sehat, adanya malah: "Semoga dapat verifikasi nonton teater!"

Minggu, 31 Agustus 2014

Bensin, Pemerintah dan Kenangan

Sebagai seorang abdi negara yang alhamdulillah dapat penempatan deket dengan kota asal, tiap seminggu sekali menunggangi kendaraan kesayangan bolak-balik rumah-kantor udah jadi hal yang lumrah. Banyak yang bilang "mending tiap hari aja pulang pergi Martapura-Banjarmasin bro, cuma 40 km", gue jawab "capek". Masuk 07.30 n pulang 17.00 belum ditambah kerjaan di bagian sekarang yang lumayan banyak, bikin gue gak sanggup buat tiap hari PP. Plis, gue bukan anak kuliahan. :3

Jelas, seminggu sekali mesti ngisi bensin. Untungnya Revo lumayan irit, dengan kapasitas 100 cc n sialnya gasnya ditarik pol mentok di 100 km/jam. Mungkin itu untung juga ya, jadi gue gak ngebut-ngebut banget. Hmm.

Alasan "Maybe"

Bersepeda lewati
Jalan yang biasanya
Mengayuh sepeda sambil berdiri
Angin lembut di September

Jika selama liburan
Tidak bertemu kamu
Aku pun semakin jadi terpikir tentang kamu

Walaupun aku berpikir
Hanyalah teman biasa
Disaat ini juga denganmu
Denganmu
Ingin jumpa..

"Maybe", "Maybe", mungkin aku suka kepadamu
Pada langit yang biru
Tak ada awan sedikit pun

"Maybe", "Maybe", mungkin aku suka kepadamu
Meski kutahu bahwa itu adalah cinta
Alasanku "Maybe"..

Jendela di kelas
Tirai bergoyang
Dari samping kau yang semester dua
Terlihat lebih dewasa

Liburan seperti
Apa yang kau lalui?
Cara bicaranya sepertinya akan jadi canggung

Kau sedikit memotong rambut
Hampir tak ada bedanya
Diriku dari jauh padamu
Padamu
Ku memandang..

Maybe, maybe, tak berani untuk hal itu
Walau mirip dengan probably
Tetapi hal yang lebih pasti

Maybe, maybe, tak berani untuk hal itu
Tetap seperti ini, tak berbalas pun tak apa
Alasanku "Maybe"..

***
Walau cinta terasa sedih, tak bisa berbuat apapun
Walau cinta terasa sedih, aku pun merasa sakit

Kusuka, kusuka, kusuka
Kepada dirimu
Aah,
Memang aku suka!

Minggu, 17 Agustus 2014

Biasa Karena Terbiasa

Sejak awal di kantor ini, tepatnya ketika magang. Mei 2013. Gue bertugas di seksi Kepatuhan Internal (KI). Kepala Seksi (Kasi) gue waktu itu seorang yang lumayan alim. Sekarang udah pindah. Pak Aziz namanya.

Belum sebulan gue kerja, ketika masuk waktu sholat Dzuhur, rupa-rupanya belum ada yang adzan. Dari beberapa hari sebelumnya emang sering telat sih. Keduluan suara adzan dari mesjid-mesjid sekitar pelabuhan. Sekonyong-konyong Pak Aziz muncul kemudian menyuruh gue untuk adzan. Namanya disuruh atasan, mau gak mau ya harus mau *prinsip gue sih, soalnya gue juga tahu ada beberapa pegawai yang kalau gak mau, di belakang atasannya yang nyuruh dia nyuruh pegawai lain. Yaa, namanya sifat manusia beda-beda lah*

Minggu, 10 Agustus 2014

Nyinyir

Gue senang dinyinyirin orang. Kalau baca di socmed *baca: stalking* n nemu cecunguk-cecunguk yang no mention tapi arahnya ke gue, gue senang *sekaligus mau nampar*. Artinya dia ada perhatian ke kita. Hmm.

Sebenarnya gue gak suka nyinyirin orang. Bagi gue di socmed sekalipun kita harus jujur. Tapi terkadang socmed bersifat publik. Kalau kita labrak, seluruh dunia bakal tahu. Kalau chat dia, kesannya menggurui banget. Jadi gue akhirnya nyinyir, walaupun itu occassionally n mungkin saat gue nyinyir gue lagi labil.

Akhir-akhir ini gue nyinyirin orang-orang yang punya pacar di socmed. Bahagia bener kayanya nyiksa para jomblo dengan pamer kemesraan. Yaa kalau satu dua yang lewat gue masih tahan. Suatu hari ketika jumlahnya begitu banyak, akhirnya gue gak tahan buat nyinyir. Gue bilang yang cerita-cerita kebaikan, umbar kemesraan di socmed, kalau ntar putus itu ngakak-able banget. Ibaratnya dulu bilang "aku gak bisa hidup tanpamu" terus putus. TERUS DIA MATI GAK? GAK KAN?! Itu merupakan hal yang patut ditertawakan.

Eh dasar namanya socmed, gue nyinyir sebagian orang pasti ada yang ngerasa kan? N tepat sekali orang yang gue senggol balas nyinyirin gue! Makan tuh bait! Huahaha. Gue sih bayangin kalau dia putus aja maka gue akan ketawa keras sekali, tapi kalau dia nikah juga gue akan ketawa keras sekali.

"Satu kemesraan sepasang kekasih di socmed adalah satu kepedihan bagi para jomblo + doa biar cepet kelar pacarannya, entah nikah atau putus." Canis Camuju

Minggu, 27 Juli 2014

Inikah Benih Kita?

Hari Jumat kemarin, 25 Juli 2014. Gue n beberapa senior diajak seksi P2 untuk buka bersama di The Lotus Restaurant, hotel Mercure Banjarmasin. Sistemnya all you can eat atau dalam bahasa internasionalnya prasmanan. Makanan disediakan di meja-meja n kita bebas ngambil sampai perut gak bisa diisi lagi. Untungnya gue lihat gak ada yang bawa kresek buat dibungkus dibawa pulang kaya ibu-ibu kampung di acara kawinan.

Jadi gue udah selesai ngambil takjil n berencana ngambil main course *ppfft* yaa, maksudnya nasi beserta sayur-mayur n lauk pauk. Antriannya lumayan panjang. Muka gue emang gak ramah tapi hati gue n perilaku gue sangat lembut sehingga membiarkan beberapa ibu-ibu nyalip gue dengan alasan ngambil piring. Sejauh ini gue fine aja. Mungkin orang dibelakang gue gak fine karena antrian dia jadi lebih lambat. Apa boleh buat sebagai seorang introvert gue hanya bisa diam n menatap tajam. Syukurlah mereka mengerti, tapi si ibu-ibu yang nyalip emang kurang ajar.

Disinilah ironi muncul, di sebelah kanan gue ada ibu-ibu ngebisikin anaknya yang mungkin masih berusia 5 tahun. Mungkin bisikannya pelan, tapi sebagai seorang stalker profesional yang terbiasa menguping pembicaraan gebetan di Twitter, gue bisa mendengar apa yang dibisikkan ibu itu.

"Nak, langsung ke situ aja *nunjuk etalase ayam karih* ambil yang banyak ya."

Si ibu tanpa perasaan bersalah nunjuk ke nampan ayam karih yang bahkan antrian di belakangnya mencapai belasan orang. Tanpa mengajarkan anaknya mengantri saudara-saudara! Si bocah yang lugu tentu saja mau, mungkin dia sering dipukuli di rumahnya, kita tidak tahu. Tapi orang-orang di depannya dengan senang hati (dalam hati sih dongkol, tapi monster kaya apa sih yang mau ngebentak anak kecil?) melewatkan si anak untuk mengambil empat potong ayam karih.

Sungguh, bagaimana generasi bangsa ini ke depannya jika dari kecil, saat masih polos-polosnya kita sudah diajarkan melawan tata krama?
Cerdas dalam intelejensia itu terlalu mainstream, mengapa kita tidak belajar kecerdasan yang beberapa tingkat jauh lebih sulit? Kecerdasan sosial.

Sabtu, 10 Mei 2014

Sampai Dirimu Menjadi Bintang

Di gelap langit malam
ada berapa cahaya berpijar di kejauhan?
Di kain beludru hitam pekat
batu mulia yang dijajarkan
Semua orang juga
hanya dengan melihatnya saja
akan menghela nafas
Dan kemudian akan berhenti berhitung

Sampai dirimu menjadi bintang
milikilah kekuatan 'tuk mengejar mimpi
Kesempatan untuk bersinar pasti akan terlihat
seluas bentangan langit itu
Kamu bisa mencoba
Raihlah masa depan!
Bagaikan pikiran yang, berada di angkasa
Suatu saat terkabul
Hari-hari kau 'kan bersinar

Kilauan sinar cahaya
dari lampu sorot akan menyinari tubuhmu
Sambil bernyanyi juga menari
bergerak berputar di atas stage
dilihat semua orang
Ini adalah angkasa kecil
bagai hujan meteor
yang ada di dalam lensa teleskop bintang

Sampai dirimu menjadi bintang
ku akan melihat langit dan terus percaya
doa ini 'kan berlanjut dan menembus keabadian
Janganlah engkau menghapus api semangat yang membara
Tembus ruang dan waktu!
Bintang paling bersinar, yang dirimu dambakan
akan terlihat dekat

Ku ingin melihatmu bersinar..


Senin, 30 September 2013

Virus Tipe Hati

Pertamanya tak terasa apapun,
Aku pikir akan merepotkan,
Saat ditanya akupun hanya diam dan mengangguk.

Kutahu bahwa dia orang yang baik,
Tetapi sama sekali bukan tipeku,
Tetapi awalnya aku tidak ingin mendekat padanya.

Dimana? Entah bagaimana?
Tanpa sempat kusadari,
Aku sudah jatuh cinta.

Apa yang menjadi penyebabnya?
Pintu masuknya,
Tidak bisa aku ingat.

Hatiku di serang virus,
Yang berbentuk seperti hati,
Suntikan apapun tidak berguna.

Dan selalu tentang dirimu,
Aku menjadi kepikiran,
Sampai tak bisa berbuat apapun.

"Sama sekali tidak keren",
Semua teman-teman disekitarku,
Terheran-heran apakah yang menarik darinya?

Tidak ada sampai yang satu ini,
Yang matanya setulus itu,
Didalam diriku tak ada kekebalan 'tuk itu.

Apakah yang telah terjadi?
Disaat aku tersadar,
Menunggu SMS-nya.

Ku menggalau waktu kudengarkan lagu cinta,
Penyakit yang risau,
Biasa suka melamun.

Virus yang berbentuk hati,
Seperti merubah sifat,
Menjadi panas karena dirimu.

Nafasku pun menjadi sulit,
Kepalaku menjadi kosong,
Arti cinta pun tak kusadari.

Ini sama sekali tidak mungkin!?
Kupikir begitu..
Tapi.. Sepertinya aku..
Jadi suka sama kamu!!

September 2013, Bulan Bersejarah Bagi Idoling n Working

Sejak awal Agustus, ketika gue magang. Tiba-tiba temen gue ngabarin kalau JKT48 bakal konser di Banjarmasin. Satu kata waktu itu. WOW. Walau gue belum yakin bisa nonton atau gak karena tanggal konsernya 29 September yang notabene masih sekitar 2 bulanan, apalagi sekitar tanggal segitu ada kemungkinan peristiwa-peristiwa penting menyangkut masa depan gue sebagai CPNS setelah lulus hampir setahun. Gue berpikir, mungkin ini perjudian terberat dalam hidup.

Penjualan tiket awalnya direncanakan pertengahan Agustus yang ngaret sepuluh harian ke tanggal 26 Agustus. Gue yang udah niat dari awal mau nonton, memesan tiket di hari pertama penjualan. Setelah memahami set tempat yang rencananya diselenggarakan di Gedung Sultan Suriansyah Banjarmasin alias Gedung SuSu, gue memutuskan untuk membeli tiket kelas pertengahan agar perjudian ini tidak merugi besar jika kalah. Toh, badan gue cukup tinggi n mata gue zoom-nya masih bagus. Daripada mesan VIP yang selisih 150ribu ditambah bujet yang juga pas-pasan. Oke, tribun bawah aja.

Kamis, 29 Agustus 2013

Cinta Seekor Jangkrik

Tempat dimana serangga berbunyi
Apakah engkau mengetahuinya?
Di dahan pepohonan taman yang
Mulai berubah menjadi gelap

Diriku yang kau kira hanya teman
Walau menangis disini sendiri
Tidak pernah dirimu sadari
Oh pengalaman yang menyedihkan

Sebelum musim ini usai dan berganti
Ku akan terbang ke suatu tempat

Berada disampingmu membuatku tersiksa
Cinta yang hanya sementara

Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Tersesat di hutan dalam hati ini
Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Setidaknya tengok dan lihat kesini

Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Oh teramat singkat kehidupan ini
Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Ingatlah kembali, pernah ada rasa..

..aku suka pada dirimu
Cinta seekor jangkrik