Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fiksi. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Maret 2015

The Seer of Possibilities

Terkadang, mahluk yang bukan dari dunia ini punya cara menarik untuk mencoba berhubungan dengan kita. Mereka bisa menggunakan Papan Ouija, hadir dalam mimpi, atau kadang mereka berbicara lewat orang lain. Masing-masing punya cara sendiri sesuai dengan yang mereka anggap paling efektif. Mahluk ini, yang berhubungan dengan Jack, berkomunikasi lewat komputernya, atau boleh dikatakan bahwa komunikasi ini lewat teks yang muncul dalam layar. Pertama kali hal ini terjadi, Jack sedang duduk menghadap komputer, bermain Solitaire. Lampu merah dari router berkedip menandakan koneksi internet bermasalah lagi. Hal tersebut nyaris merupakan kejadian wajib mingguan, dan Jack nyaris terbiasa dengan masalah internet itu. Saat sedang memindahkan kartu-kartu, layar berubah menjadi hitam sepenuhnya dan teks berwarna merah muncul kemudian.

“Hai Jack, aku butuh bantuanmu. Kau orang spesial -yang aku tahu- akan membantuku. Aku tidak bisa mengajukan hal ini ke sembarang orang. Aku benar-benar butuh bantuanmu.”

Kamis, 29 Agustus 2013

Cinta Seekor Jangkrik

Tempat dimana serangga berbunyi
Apakah engkau mengetahuinya?
Di dahan pepohonan taman yang
Mulai berubah menjadi gelap

Diriku yang kau kira hanya teman
Walau menangis disini sendiri
Tidak pernah dirimu sadari
Oh pengalaman yang menyedihkan

Sebelum musim ini usai dan berganti
Ku akan terbang ke suatu tempat

Berada disampingmu membuatku tersiksa
Cinta yang hanya sementara

Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Tersesat di hutan dalam hati ini
Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Setidaknya tengok dan lihat kesini

Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Oh teramat singkat kehidupan ini
Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Ingatlah kembali, pernah ada rasa..

..aku suka pada dirimu
Cinta seekor jangkrik


Selasa, 30 Juli 2013

The Square Root of Three (Akar Tiga Kuadrat)

I’m sure that I will always be,
a lonely number like root three.

The three is all that’s good and right,
why must my three keep out of sight,
beneath the vicious square root sign,
I wish instead I were a nine.

For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic.

I know I’ll never see the sun, as 1.7321,
such is my reality, a sad irrationality.

When hark! What is this I see,
another square root of a three.

As quietly co-waltzing by,
together now we multiply,
to form a number we prefer,
rejoicing as an integer.

We break free from our mortal bonds,
with the wave of magic wands.

Our square root signs become unglued,
your love for me has been renewed.

------

Aku yakin aku akan selalu,
menjadi angka yang kesepian seperti akar tiga.

Tiga adalah semua hal yang baik dan benar,
mengapa aku harus berada,
di bawah tanda akar kuadrat sialan,
aku berharap aku menjadi sembilan.

Karena sembilan dapat menggagalkan trik murahan ini,
dengan hanya beberapa langkah aritmatika mudah.

Aku tahu aku tidak akan pernah melihat matahari, seperti 1,7321,
kenyataannya memang begitu, irasionalitas yang menyedihkan.

Ketika dengarlah! Apa yang kulihat ini,
akar kuadrat tiga yang lain.

Diam-diam aku melangkah mendekat,
bersama kita saling mengalikan,
untuk membentuk angka yang kami suka,
senangnya menjadi sebuah integer.

Kita bebaskan diri dari ikatan fana,
dengan sedikit ayunan tongkat sihir.

Tanda-tanda akar kuadrat kita terkelupas,
cintamu bagiku telah diperbarui.

------

April 2011.

Selasa, 14 Mei 2013

Banjarmasin Tak Pernah Sekejam Ini pada Alif

Tersebutlah seorang anak bernama Alif. Dia sedang berlibur di Banjarmasin. Suatu hari dia pergi ke mini-market untuk membeli galon air. Setelah itu, dia pun pulang ke tempat keluarga tempat dia menginap. Sebut saja di daerah Duta Mall.

Kondisi jalan di Banjarmasin sedang semrawut karena pembangunan fly-over. Selain macet, jalur perjalanan juga berubah. Hal ini dirasakan tante si Alif yang merasa pengen pensiun karena rumah beliau di Teluk Dalam n kantor beliau di dekat gerbang kota yang notabene melewati pembangunan fly-over.

Keesokan harinya Alif pergi membeli susu. Dia berencana membeli di mini-market kemarin, di daerah Kuripan. Sayangnya uang Alif kurang, jadi dia memutuskan mengambil uang di ATM BRI di Kantor Wilayah, yang berlokasi beberapa meter sebelum pembangunan fly-over.

Rabu, 14 September 2011

Digimon Hunters


Tautanhttp://www.ngomik.com/chapter/4548/chapter-1-first-mission

Silahkan follow link di atas atau kalau gak mau repot klik ini terus baca n kasih jempol! Asli kerjaan anak Sipil Unlam Banjarbaru.

Jumat, 22 Oktober 2010

Permintaan Maaf

Pertama-tama, gue minta maaf.. Karena kesibukan gue sebagai maba alias tukang mi ayam baru depan SDN Banjarbaru Utara.. (Bukan deng, mahasiswa baru..) Urusan blog agak terganggu.. Karena gue cukup pusing mendengar teriakan umat-umat yang meminta gue segera menulis postingan baru.. Seperti misalnya, "Mas Tekolabi go blog.." Terus terang gue agak pusing meladeni itu semua..

Sesuai janji gue, gue pantang gak menulis blog.. Minimal dalam satu bulan ada satu postingan.. Selain itu gue juga pantang ada kesalahan dalam penulisan blog.. N yang paling penting, gue pantang ngupil gak pake jari !

So, setidaknya untuk bulan Oktober, entah mengapa gue punya rencana bikin puisi dari lagu.. Memang kedengarannya gak kreatif.. Tapi, gue cuma pengen menyalurkan bakat alamiah gue aja..

Rabu, 26 Mei 2010

Prolog

Tersebutlah suatu zaman.. Dewa-dewa masih menguasai daratan, ikan-ikan beterbangan di lautan, dan Pasha Ungu sudah ditakdirkan menjadi penyanyi.. Terjadi kecarutmarutan yang tak terhindarkan di zaman tersebut.. Presiden berkuasa dan anak-anak senang bermain..

Bukan,
bukan masalah tentang anak-anak, tetapi tentang peperangan yang terjadi antar 3 suku besar.. Yaitu, suku Ijarong dari Selatan, Wachiko di Utara, dan suku Tekolabi yang terapit-apit ditengahnya..



Di tengah kekacauan itu, muncul seonggok daging bertopeng dan berjubah, membela yang lemah, membasmi yang batil..