Tampilkan postingan dengan label Menjengkelkan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Menjengkelkan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 11 Desember 2015

Tanggal Merah

Gue sendirian di ruangan, berkutat dengan Laporan Keuangan Semester 1 yang belum selesai juga gue kerjakan. Tetiba junior gue di ruang sebelah nongol.

Dengan setengah berbisik, dia bertanya.

"Mas, kita tanggal 1 ini (1 Januari 2016) gak libur ya?"

Gue diam sebentar, berusaha mencerna.

"Hah?"

"Iya, tadi aku lihat di kalender tanggal 1 ini gak libur Mas."

Seumur-umur gue hidup sampai sekarang, gue belum pernah ketemu tanggal 1 Januari gak libur. Atau mungkin ini juga salah satu pertanda kiamat sudah dekat ya?

"Lu serius? Mana kalendernya?"

Dia diam sesaat.

"Tadi saya lihat di kalender 2015 sih Mas. Itu kan ada sambungannya habis 31 Desember sebelahnya tanggal 1. Tapi 1-nya gak merah. Kayagini lho Mas.. *sambil menunjuk kalender di meja gue, hokinya kalender gue gak ada tanggal sambungannya di Desember*
.. Kok gak ada ya?"

Gue ngerti.
Ini anak pasti keracunan vetsin kedaluwarsa.

"Gini, coba lu cek di kalender 2016. Gue yakin pasti tanggal 1 Januari-nya merah."

"Masa sih Mas?"

Malah ngotot, heran gue.
Kayaknya udah akut mabuknya.

"Iye, lu cari dulu kalender 2016 baru kasih lihat gue. Pasti merah."

"Mas punya gak?"

*ada sih di mejanya Bang Jakir, tapi gue males ngambil*

"Gak punya.
Ya lu yang nanya masa gue yang nyari?"

"Iya juga sih Mas,
tapi beneran kan tanggal 1 itu libur Mas?"

"IYE.
Seumur-umur gue hidup belum pernah tanggal 1 Januari gak merah."

"Mas, tapi di kalender saya tadi tanggal 3-nya yang merah Mas."

*sekilas gue lihat kalender di komputer*

"Ya iyalah, tanggal 3 hari Minggu.
Udah, lu cari kalender 2016 aja sana baru tanya gue lagi.
Pukul gue kalau tanggal 1 Januari gak warna merah."

"Tapi Mas.."

*gue pelototin*

"Yaudah, makasih ya Mas."
Terus dia ngeloyor pergi.

Senin, 23 Maret 2015

The Seer of Possibilities

Terkadang, mahluk yang bukan dari dunia ini punya cara menarik untuk mencoba berhubungan dengan kita. Mereka bisa menggunakan Papan Ouija, hadir dalam mimpi, atau kadang mereka berbicara lewat orang lain. Masing-masing punya cara sendiri sesuai dengan yang mereka anggap paling efektif. Mahluk ini, yang berhubungan dengan Jack, berkomunikasi lewat komputernya, atau boleh dikatakan bahwa komunikasi ini lewat teks yang muncul dalam layar. Pertama kali hal ini terjadi, Jack sedang duduk menghadap komputer, bermain Solitaire. Lampu merah dari router berkedip menandakan koneksi internet bermasalah lagi. Hal tersebut nyaris merupakan kejadian wajib mingguan, dan Jack nyaris terbiasa dengan masalah internet itu. Saat sedang memindahkan kartu-kartu, layar berubah menjadi hitam sepenuhnya dan teks berwarna merah muncul kemudian.

“Hai Jack, aku butuh bantuanmu. Kau orang spesial -yang aku tahu- akan membantuku. Aku tidak bisa mengajukan hal ini ke sembarang orang. Aku benar-benar butuh bantuanmu.”

Sabtu, 07 Februari 2015

Panduan Bermain Survive! Mola Mola

Akhir-akhir ini sering gue lihat di beranda Facebook n TL Twitter sebuah fenomena menarik, tentang sebuah mobile game berisi sesosok makhluk yang bisa berevolusi dan mati. Iseng-iseng gue download n main, karena gue penikmat monster yang bisa berubah macam Digimon, Pokemon n Tamagotchi.

Ternyata berjudul Survive! Mola Mola. Permainan semacam Tamagotchi klasik dimana kita ngasih makan ikan sunfish alias Mola n entahlah tujuannya bikin si Mola ini jadi segede mungkin. Tapi sayangnya, dia rapuh n hobi mati. Karena gue awalnya bingung kenapa ini ikan mati terus pas beratnya 10 ton, iseng-iseng nyari guide-nya kesemuanya berbahasa Inggris. Isi panduan ini selanjutnya gue ambil dari blog ini.

Pertama, biar makin jago, ada beberapa upgrade untuk menambah berat si Mola.
1. Bisa lewat adventure. Dengan berbagai macam petualangan yang secara ajaib bisa bikin Mola tambah gendats.
2. Food. Sudah jelas, Mola perlu makan biar gede.
Untuk mengembangkan adventure n food baru, kita perlu MP (Mola point mungkin) yang bisa didapat saat Mola berevolusi jadi makin gede n saat si Mola mati. MP juga bisa dibeli, biasalah, namanya juga game freemium. Tapi gue gak ngerekomendasiin karena meskipun lama, tapi MP bisa dicicil sedikit demi sedikit. Disini tantangannya. Oh iya, jumlah food yang bisa dimakan Mola alias terpampang di layar bisa ditambah lho, pakai MP juga pastinya.

Mari kita fokus ke adventure. Maksimal jumlah petualangan adalah 3 kali n terisi 1 tiap 1 jam. Untuk petualangan pertama, kesempatan hidup-mati kamu adalah 50% n tiap mati nambah jadi 70%, 90% hingga maksimal 99%. Petualangan ini acak, jadi kamu gak bisa milih mau yang mana (kalau udah nambah jumlah petualangannya) n juga kalau di back alias gak jadi, kita tetap kehilangan adventure point yang udah dipakai. Ada 9 petualangan, n 2 petualangan tambahan di hard mode (wow, apa itu hard mode?)

Kemudian food alias makanan. Kita mulai dari plankton kecil kemudian ada 8 makanan tambahan yang bisa dibeli pakai MP n 3 tambahan lagi pada hard mode. Ada 8% kemungkinan Mola mati saat makan dengan alasan yang kadang bikin kamu senyum-senyum sendiri n saat pertama kali mati, kekebalan Mola untuk mati pada makanan tersebut menjadi 99,9%.

Nah, tiap kali kalian menemukan cara kematian baru, maka ada 15% bonus berat tambahan pada adventure n food. Sehingga Mola bisa lebih cepat gede. Selain mati saat berpetualang dan makan, ada juga kematian lain yang bisa kalian bikin lho buat nambah-nambahin persentase berat tambahan. Ini dia:
1. Pencet Mola secara brutal. Gak ada hitungan pasti, kabarnya 3.000 sentuhan, tapi gak pasti. Saran gue, jangan pakai satu jari, minimal 3 jari kalian grepe tu layar hape, usahakan jari kena Mola semuanya sampai dia mati. Huahahaha. Saat tersentuh, badan Mola akan mengembang-kempis n berbunyi "dung dung dung.."
2. Lu lihat di layar, di deretan kanan jumlah MP, ada gambar kamera. Kalian pencet, terus close. Sampai kayanya 10 kali. Mola pun mati, mati difoto.
3. Goncang hape secara menggila sekitar 1 menit. Kalau kalian peka, kalau hape kalian digoncang akan keluar buih yang banyak. Lama kelamaan Mola mati, karena matanya kelilipan. Awas hapenya kelempar, hape gue sendiri pelindung kacanya sampai lepas.
4. Redupin layar hape kalian sampai paling minim, tunggu beberapa saat. Mola akan mati kepentok layar.
5. Yang paling sulit. Tiap Mola mati, Mola akan hidup kembali. Pas hidup, ada intro. Jangan di-skip. Tunggu saat layar meredup n secepatnya kalian pecahin telur-telur Mola di pinggiran layar. Saran gue kalian swipe seluruh layar sambil hati-hati kena tombol skip. Kalau sukses, Mola bakal mati sebelum lahir. Kalau gagal, coba lagi saat Mola kamu mati ntar. Gue 2 kali percobaan baru berhasil. Lihat yang jeli, hancurkan semua telur Mola!
6. Setiap yang hidup pasti akan mati. Saat Mola kamu berukuran 10.000 kg, dia mati secara normal.
Kecuali nomor 6, kematian spesial ini hanya bisa kalian lakukan sekali. Karena Mola akan imun 100% setelah dia mati dengan cara nomor 1 sampai 5.

Nah, total penambahan bonus berat adalah (9 petualangan + 8 makanan + 6 spesial) x 15% = 345%.
Agar Mola kamu bisa melebihi 10 ton, kamu harus main di hard mode. Tapi usahakan yang di atas selesain dulu. Untuk masuk hard mode saat Mola kamu beratnya 5 ton, ada pilihan hard mode yang bisa dibeli seharga 10.000 MP.
Pada hard mode kalian bisa lebih berkembang. Mola bisa berevolusi n berpetualang lebih jauh lagi. Jangan lupa, jangan menjadi Living Legend. Jadilah Voyager agar bisa berkelana ke 7 samudra. Lucky seveen~

Nah, sekiranya sudah cukup panduan gue. Mungkin ada beberapa saran antara lain:
1. Gunakan adventure kalau mau ngejar matinya aja.
2. Membesar dengan makan saja.
3. Gunakan mati spesial dengan bijak. Karena saat kalian mati, kalian dapat bonus MP. N bonus MP terbesar kalau kalian mati melebihi 5 ton (senilai 5.000 MP) jadi kalau mau farming MP, gunakan kematian Mola dengan bijak.

Sukses dengan Mola kalian!

Sabtu, 31 Januari 2015

Awam

Sejak meluangkan waktu ke Jakarta n ke teater JKT48 untuk kedua kalinya, untuk dapat (akhirnya) bisa two-shoot [foto berdua] dengan oshi. Gue sepakat dengan diri sendiri untuk menggunakan foto tersebut sebagai DP [display picture, bukan down payment] Blackberry Messenger. Kemudian beberapa chat berhamburan datang sekedar bertanya kabar, hingga nanya dokumen tempo hari udah dikirim belum *loh?*. Intinya kebanyakan (mungkin) memuji masalah DP gue.

*Foto fenomenal yang dipertanyakan*

Lama kelamaan pembicaraan dengan beberapa kawan lama dan sejawat ini berujung ke apa yang layaknya disebut "rekognisi". Semacam:
1. "Gak nanya nomor hapenya berapa"?
2. "Gak sekalian dianterin pulang?"
3. "Gak PDKT sekalian?"
Well, mungkin ada yang niatnya bercanda. Tapi gue jelasin dengan hemat, sebagai fans, gue hanya melakukan apa yang dilakukan fans yang baik. Tidak mencampuri urusan pribadi orang yang gue dukung adalah salah satunya.

Tadi subuh, ada hal yang nge-trigger gue untuk bikin tulisan ini. Di beranda Facebook gue ada yang nge-share sekelebat tulisan mengenai seorang cosplayer (orang yang menirukan kostum anime, sepengetahuan gue ya) yang semacam "dipaksa" oleh seorang oknum yang "ngakunya fans". Dia minta (kalau gak salah) Friend Sign yang sepemahaman gue itu kertas, ditulis tulisan si cosplayer yang isinya kasih terimakasih sama si fans.

Sang cosplayer bilang, "ntar kamu dateng aja ke event cosplay yang ada aku, terus minta Friend Sign langsung. Si "fans" ini cuma minta secara dunia maya n ngaku belum pernah datang ke event cosplay. Cosplayer ini menjelaskan apalah artinya Friend Sign di dunia maya kalau belum pernah ketemu secara langsung, niatnya baik, karena kita hidup di real life kan? Tapi kayanya sepemikiran gue, si "fans" ini cuma minta Friend Sign biar bisa disombongin ke teman-teman dia (yang mungkin juga "hanya" di dunia maya).

Di komen-komen yang gue baca, tetiba ada quote yang entah kenapa membekas di hati.
"True fans never force his/her way to his/her idols. They support them, not threatening them."
Kadang mungkin, yang kita lihat kebanyakan. Terutama gue yang kayanya di kehidupan ini *sebenarnya bisa gabung ke komunitas sih, tapi gue sebenarnya malas. Huff, ambivert* cuma gue doang yang fans JKT48, orang-orang yang ngelihat semacam kaya, "wow banget, gila, lu niat kayagitu" dan bla bla bla lainnya yang menurut gue biasa aja. Tapi disisi lain, mereka juga kurang mengerti apa dan bagaimana fans berbuat. Karena bagi gue yang sangat menghargai peraturan, gue tahu bagaimana bersikap sebagai fans n meladeni orang-orang yang gue sebut mereka "awam" adalah terbaiknya, menjelaskan sedetil mungkin sesuai apa yang kita ketahui dan yakini.

Tapi kalau ada yang ngakunya fans tapi sikapnya ngalah-ngalahin ketidaktahuan para awam, ke samudra terluas aja kali ya?

Minggu, 21 September 2014

Resign PNS, Sebuah Keputusan Terbesar Dalam Hidup

Entah sejak kapan beranda Facebook (FB) sekarang dipenuhi berita dari orang lain. Entah itu teman FB Anda menyukai postingan orang lain, temannya teman FB Anda menandai teman FB Anda yang lain, ataupun sekedar postingan "yang disarankan" (bahkan pernah page majalah Playboy lho, gue gak masalah sih, yang masalah kalau di belakang ada bokap, bisa-bisa gue dikira nge-like itu page :v ).

Beberapa hari yang lalu gue cukup tergelitik dengan banyaknya temen-temen gue yang satu almameter tapi beda jurusan, yang sekarang sedang bersama-sama menjadi "calon" abdi negara. Nge-share berita tentang mereka yang berhenti jadi PNS n sekarang sukses mengembangkan usaha.

Well, gue tertarik n baca artikelnya. Yaa, ceritanya tentang "ketidakcocokan cara pandang" n "bagaimana keluar dari zona nyaman". Oke, dalam hati gue itu sah-sah aja. Hak semua orang. Silahkan.
Yang bikin gue gak sreg itu, sadar gak sadar negara kita ini masih dipenuhi mindset "belum mapan kalau belum jadi pegawai" sehingga mau tak mau banyak orang-orang tua kita yang *memaksa* kita untuk menjadi pegawai.

You know, kalau mayoritas orang-orang Indonesia seperti itu, kebayang dong *bukan kebayang, realitanya* setiap ada lowongan jadi CPNS, yang mendaftar bejibun. N yang diterima mungkin persentasenya di bawah 1%.
Tanpa sadar saat kita memutuskan ikut tes CPNS, kita sudah bersaing dengan banyaknya orang lain yang berkeinginan sama n saat kita terpilih menjadi CPNS kita telah menyingkirkan saingan lain yang juga bertekad akan menjadi CPNS.
Kemudian kita resign, keluar.
Kenapa?
Kenapa gak dari awal aja, gak usah ikut pendaftaran. Mungkin dengan masuknya Anda jadi abdi negara, menggugurkan orang lain yang benar-benar berniat jadi PNS untuk membangun negara ini. Tapi karena Anda masuk, dia gagal. Kemudian Anda keluar. Anda gak merasa jahat?

Yaa, mungkin ada yang merasa "ketidakcocokan cara pandang" dengan menjadi PNS saat bekerja. Tapi, dengan banyaknya sentimen negatif masyarakat, seharusnya Anda sudah berpikir konsekuensi negatif yang Anda terima saat bekerja dalam instansi ini.

Bagi gue, ini bukan masalah "keluar dari zona nyaman", ini lebih kepada "berapa jiwa yang Anda kalahkan, Anda gugurkan, Anda kecewakan, tetapi kemudian Anda memutuskan untuk berhenti".

Think twice.

Minggu, 31 Agustus 2014

Bensin, Pemerintah dan Kenangan

Sebagai seorang abdi negara yang alhamdulillah dapat penempatan deket dengan kota asal, tiap seminggu sekali menunggangi kendaraan kesayangan bolak-balik rumah-kantor udah jadi hal yang lumrah. Banyak yang bilang "mending tiap hari aja pulang pergi Martapura-Banjarmasin bro, cuma 40 km", gue jawab "capek". Masuk 07.30 n pulang 17.00 belum ditambah kerjaan di bagian sekarang yang lumayan banyak, bikin gue gak sanggup buat tiap hari PP. Plis, gue bukan anak kuliahan. :3

Jelas, seminggu sekali mesti ngisi bensin. Untungnya Revo lumayan irit, dengan kapasitas 100 cc n sialnya gasnya ditarik pol mentok di 100 km/jam. Mungkin itu untung juga ya, jadi gue gak ngebut-ngebut banget. Hmm.

Minggu, 17 Agustus 2014

Biasa Karena Terbiasa

Sejak awal di kantor ini, tepatnya ketika magang. Mei 2013. Gue bertugas di seksi Kepatuhan Internal (KI). Kepala Seksi (Kasi) gue waktu itu seorang yang lumayan alim. Sekarang udah pindah. Pak Aziz namanya.

Belum sebulan gue kerja, ketika masuk waktu sholat Dzuhur, rupa-rupanya belum ada yang adzan. Dari beberapa hari sebelumnya emang sering telat sih. Keduluan suara adzan dari mesjid-mesjid sekitar pelabuhan. Sekonyong-konyong Pak Aziz muncul kemudian menyuruh gue untuk adzan. Namanya disuruh atasan, mau gak mau ya harus mau *prinsip gue sih, soalnya gue juga tahu ada beberapa pegawai yang kalau gak mau, di belakang atasannya yang nyuruh dia nyuruh pegawai lain. Yaa, namanya sifat manusia beda-beda lah*

Minggu, 10 Agustus 2014

Nyinyir

Gue senang dinyinyirin orang. Kalau baca di socmed *baca: stalking* n nemu cecunguk-cecunguk yang no mention tapi arahnya ke gue, gue senang *sekaligus mau nampar*. Artinya dia ada perhatian ke kita. Hmm.

Sebenarnya gue gak suka nyinyirin orang. Bagi gue di socmed sekalipun kita harus jujur. Tapi terkadang socmed bersifat publik. Kalau kita labrak, seluruh dunia bakal tahu. Kalau chat dia, kesannya menggurui banget. Jadi gue akhirnya nyinyir, walaupun itu occassionally n mungkin saat gue nyinyir gue lagi labil.

Akhir-akhir ini gue nyinyirin orang-orang yang punya pacar di socmed. Bahagia bener kayanya nyiksa para jomblo dengan pamer kemesraan. Yaa kalau satu dua yang lewat gue masih tahan. Suatu hari ketika jumlahnya begitu banyak, akhirnya gue gak tahan buat nyinyir. Gue bilang yang cerita-cerita kebaikan, umbar kemesraan di socmed, kalau ntar putus itu ngakak-able banget. Ibaratnya dulu bilang "aku gak bisa hidup tanpamu" terus putus. TERUS DIA MATI GAK? GAK KAN?! Itu merupakan hal yang patut ditertawakan.

Eh dasar namanya socmed, gue nyinyir sebagian orang pasti ada yang ngerasa kan? N tepat sekali orang yang gue senggol balas nyinyirin gue! Makan tuh bait! Huahaha. Gue sih bayangin kalau dia putus aja maka gue akan ketawa keras sekali, tapi kalau dia nikah juga gue akan ketawa keras sekali.

"Satu kemesraan sepasang kekasih di socmed adalah satu kepedihan bagi para jomblo + doa biar cepet kelar pacarannya, entah nikah atau putus." Canis Camuju

Minggu, 27 Juli 2014

Inikah Benih Kita?

Hari Jumat kemarin, 25 Juli 2014. Gue n beberapa senior diajak seksi P2 untuk buka bersama di The Lotus Restaurant, hotel Mercure Banjarmasin. Sistemnya all you can eat atau dalam bahasa internasionalnya prasmanan. Makanan disediakan di meja-meja n kita bebas ngambil sampai perut gak bisa diisi lagi. Untungnya gue lihat gak ada yang bawa kresek buat dibungkus dibawa pulang kaya ibu-ibu kampung di acara kawinan.

Jadi gue udah selesai ngambil takjil n berencana ngambil main course *ppfft* yaa, maksudnya nasi beserta sayur-mayur n lauk pauk. Antriannya lumayan panjang. Muka gue emang gak ramah tapi hati gue n perilaku gue sangat lembut sehingga membiarkan beberapa ibu-ibu nyalip gue dengan alasan ngambil piring. Sejauh ini gue fine aja. Mungkin orang dibelakang gue gak fine karena antrian dia jadi lebih lambat. Apa boleh buat sebagai seorang introvert gue hanya bisa diam n menatap tajam. Syukurlah mereka mengerti, tapi si ibu-ibu yang nyalip emang kurang ajar.

Disinilah ironi muncul, di sebelah kanan gue ada ibu-ibu ngebisikin anaknya yang mungkin masih berusia 5 tahun. Mungkin bisikannya pelan, tapi sebagai seorang stalker profesional yang terbiasa menguping pembicaraan gebetan di Twitter, gue bisa mendengar apa yang dibisikkan ibu itu.

"Nak, langsung ke situ aja *nunjuk etalase ayam karih* ambil yang banyak ya."

Si ibu tanpa perasaan bersalah nunjuk ke nampan ayam karih yang bahkan antrian di belakangnya mencapai belasan orang. Tanpa mengajarkan anaknya mengantri saudara-saudara! Si bocah yang lugu tentu saja mau, mungkin dia sering dipukuli di rumahnya, kita tidak tahu. Tapi orang-orang di depannya dengan senang hati (dalam hati sih dongkol, tapi monster kaya apa sih yang mau ngebentak anak kecil?) melewatkan si anak untuk mengambil empat potong ayam karih.

Sungguh, bagaimana generasi bangsa ini ke depannya jika dari kecil, saat masih polos-polosnya kita sudah diajarkan melawan tata krama?
Cerdas dalam intelejensia itu terlalu mainstream, mengapa kita tidak belajar kecerdasan yang beberapa tingkat jauh lebih sulit? Kecerdasan sosial.

Kamis, 29 Agustus 2013

Cinta Seekor Jangkrik

Tempat dimana serangga berbunyi
Apakah engkau mengetahuinya?
Di dahan pepohonan taman yang
Mulai berubah menjadi gelap

Diriku yang kau kira hanya teman
Walau menangis disini sendiri
Tidak pernah dirimu sadari
Oh pengalaman yang menyedihkan

Sebelum musim ini usai dan berganti
Ku akan terbang ke suatu tempat

Berada disampingmu membuatku tersiksa
Cinta yang hanya sementara

Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Tersesat di hutan dalam hati ini
Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Setidaknya tengok dan lihat kesini

Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Oh teramat singkat kehidupan ini
Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Ingatlah kembali, pernah ada rasa..

..aku suka pada dirimu
Cinta seekor jangkrik


Senin, 19 Agustus 2013

Air Mata Perasaan yang Tak Tersampaikan

Hujan rintik-rintik yang mulai turun
Aku pun menutup layar kisah ini
Bagai menurunkan layar warna perak
Itulah cinta pertama diriku

Ku terus menunggu di jalan yang kedua
Ku ingin panggil namun ku tak bisa
Saat kulihat ke bawah
Bunga ajisai pun menangis

Walau ku sangat ingin bertemu, walau ku menyukaimu, kau jalan berlalu di depan mataku
Walaupun jadi begini aku tetap melihatmu dari tempat ini
Walau ku sangat ingin bertemu, walau ku menyukaimu, kau bahkan tidak menoleh ke arahku
Walaupun kupakai payung pipiku pun tetap basah
Diri ini tak berdaya

Di jalan yang penuh kesedihan ini
Aku berjalan, seorang diri
Dalam hati ini diriku tersesat
Rasa sayang yang tak seorang pun tahu

Bunga ajisai yang suka akan hujan
Memejamkan mata di hari cerah
Mendung yang jauh di sana
Apakah kau yang memikirkannya?

Walau sesedih apapun juga, walaupun tak bisa juga, biarkan aku tetap menjadi gadis
Ku tak akan melupakan jejak langkah kenangan, bertemu denganmu
Walau sesedih apapun juga, walaupun tak bisa juga, suatu hari ku pasti kan teringat
Walaupun harapan aku tidak juga terwujudkan
Ku kan terus bersinar

Selasa, 30 Juli 2013

The Square Root of Three (Akar Tiga Kuadrat)

I’m sure that I will always be,
a lonely number like root three.

The three is all that’s good and right,
why must my three keep out of sight,
beneath the vicious square root sign,
I wish instead I were a nine.

For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic.

I know I’ll never see the sun, as 1.7321,
such is my reality, a sad irrationality.

When hark! What is this I see,
another square root of a three.

As quietly co-waltzing by,
together now we multiply,
to form a number we prefer,
rejoicing as an integer.

We break free from our mortal bonds,
with the wave of magic wands.

Our square root signs become unglued,
your love for me has been renewed.

------

Aku yakin aku akan selalu,
menjadi angka yang kesepian seperti akar tiga.

Tiga adalah semua hal yang baik dan benar,
mengapa aku harus berada,
di bawah tanda akar kuadrat sialan,
aku berharap aku menjadi sembilan.

Karena sembilan dapat menggagalkan trik murahan ini,
dengan hanya beberapa langkah aritmatika mudah.

Aku tahu aku tidak akan pernah melihat matahari, seperti 1,7321,
kenyataannya memang begitu, irasionalitas yang menyedihkan.

Ketika dengarlah! Apa yang kulihat ini,
akar kuadrat tiga yang lain.

Diam-diam aku melangkah mendekat,
bersama kita saling mengalikan,
untuk membentuk angka yang kami suka,
senangnya menjadi sebuah integer.

Kita bebaskan diri dari ikatan fana,
dengan sedikit ayunan tongkat sihir.

Tanda-tanda akar kuadrat kita terkelupas,
cintamu bagiku telah diperbarui.

------

April 2011.

Kamis, 16 Mei 2013

Gue dan Waktu dan "CD+DVD JKT48 Heavy Rotation"


Sekitaran bulan Februari, awal-awal gue ngefans sama JKT48, mereka merilis album pertama mereka. Awalnya gue biasa-biasa aja, toh seumur-umur gue gak pernah beli CD original. Tapi ternyata yang ini beda, ada bonus PhotoPack alias PP alias foto salah satu member yang menjadi bonus untuk versi CD+DVD seharga 99ribu rupiah. Ada juga yang versi CD doang bonusnya kartu batu-gunting-kertas, harganya 50ribu rupiah.

Hal tersebut masih belum menggoyahkan gue sebagai fans gratisan yang hobinya download lagu bajakan. Terutama karena kondisi gue saat itu *n sampai sekarang* yang pengangguran sehingga gak punya penghasilan. Tapi gue bertawakal kalau punya uang lebih mau beli sih, sayangnya buat beli sabun muka aja gue gak punya uang. Meskipun berhadiah PP, tapi PP yang didapat random. Iya gue suka JKT48, tapi gue kan juga punya member favorit, jadi kalau dapat foto member yang gue gak terlalu kenal kan aneh kalau gue pamer-pamerin terus orang-orang nanya "kok lu tambah ganteng sekarang Zar?" *abaikan*

Selasa, 14 Mei 2013

Banjarmasin Tak Pernah Sekejam Ini pada Alif

Tersebutlah seorang anak bernama Alif. Dia sedang berlibur di Banjarmasin. Suatu hari dia pergi ke mini-market untuk membeli galon air. Setelah itu, dia pun pulang ke tempat keluarga tempat dia menginap. Sebut saja di daerah Duta Mall.

Kondisi jalan di Banjarmasin sedang semrawut karena pembangunan fly-over. Selain macet, jalur perjalanan juga berubah. Hal ini dirasakan tante si Alif yang merasa pengen pensiun karena rumah beliau di Teluk Dalam n kantor beliau di dekat gerbang kota yang notabene melewati pembangunan fly-over.

Keesokan harinya Alif pergi membeli susu. Dia berencana membeli di mini-market kemarin, di daerah Kuripan. Sayangnya uang Alif kurang, jadi dia memutuskan mengambil uang di ATM BRI di Kantor Wilayah, yang berlokasi beberapa meter sebelum pembangunan fly-over.

Rabu, 13 Juni 2012

Banyak Hutang!

Tujuan awal gue nulis blog ini adalah berbagi pengalaman seputar apa yang telah terjadi di hidup gue ini dengan gaya bahasa gue. Walaupun akhir-akhir ini gue kehilangan sense, gue percaya gue masih bisa menulis dengan lawakan yang sebenarnya jayus dan bikin orang gak ketawa. Tapi kalau baca blognya di sebelah gue, karena gue ketawa (meskipun ketawanya juga agak maksa) mau gak mau orang yang baca juga mesti ketawa. Gak ketawa gue suapin upil!

Berhubung gue orangnya kurang bakat di olahraga n musik, seringnya tulisan gue disini dibikin per bagian-bagian n bikin orang penasaran dengan lanjutannya. Bahkan sampai sekarang lanjutannya belum ada. Sebenarnya gue lupa Gue sengaja tuh bikin kalian semua penasaran. Hhe.

Jadi, jadi, jadi. Doakan aja gue ingat sambungan dari cerita yang gue tulis sebelumnya secepatnya gue menulis sambungan dari cerita yang belum selesai ini. Ini hutang-hutang gue yang bikin ketawa para pembaca yang budiman tertahan n gue gak bisa tidur tenang tiap malam. Eh, itu gara-gara nyamuk deng! 

Selasa, 31 Januari 2012

Bagaimana PLN Mempermainkan Perut Gue

Selasa, 24 Januari 2012. Jam 5 sore.

Alhamdulillah, baru saja makan siang di sore yang cerah ini.

Sebelum gue melanjutkan belajar buat UTS hari kedua besok, gue akan sharing kejadian hari ini yang baru saja terjadi.

Siang tadi, sepulang UTS hari pertama. Seperti biasa gue langsung beli sayur masak n ikannya buat makan siang n makan malam. Nasi dimasak di kos. Setelah selesai berbelanja gue segera pulang ke kos.

Ternyata eh ternyata. Di kos mati lampu. Tentu saja dengan matinya lampu alias pemadaman listrik, gue gak bisa masak. Rice cooker tidak bisa dijalankan. Mengingat keadaan kos yang sering gangguan listrik, gue berinisiatif menanyakan keadaan listrik di kos teman-teman gue yang lain.

Sabtu, 12 November 2011

A Thousand Years

Iya, ini blog emang sepi pengunjung. Tapi Alhamdulillah, gue jadi bisa curhat disini berhubung di Facebook, Twitter, n BBM agak kurang aman. Hha.

Gue agak sedih, atau terlalu sedih, atau gak sedih. Entahlah. Gue sebenarnya ada rencana malam ini buat acara masak-memasak menghabiskan sisa daging kurban yang mungkin hampir basi di rumah Eka. Mungkin juga saat-saat terakhir gue di Banjarbaru. Hmm, gue ngajak si kacamata kemarin.

N baru aja dia balas kalau dia gak bisa ikut. Ini yang bikin gue jadi semacam galau, atau sedih. Gue juga bingung. Sementara gue gak bisa memaksa, ya iyalah. Gue siapa?

Mungkin yang ada di pikiran gue benar, ini bukan masalah waktu, bukan masalah tempat, tapi masalah hati. Semakin gue sering dekat dengan dia, dia takut semakin jatuh ke gue. Sementara gue yang udah jatuh dari dulu ke dia harus pergi dari kota ini sebentar lagi.

Minggu, 02 Oktober 2011

Kelau, Kecewa n Galau

Barusan buka blog-blog yang gue ikuti. Gue baru nyadar kalo blog ini ternyata gak banyak punya traffic. Keuntungannya adalah, gue bisa curhat disini tanpa banyak orang yang tahu. Sama seperti blog yang baru gue baca.

Baik, gue mau cerita.
Seberapa besar lo pernah dikecewain?

Seseorang yang pernah gue suka, bilang akan berusaha menjadi lebih baik. Ini mengejutkan karena bukan seperti biasanya dia n bikin gue simpatik. Gue berusaha jadi contoh yang baik bagi dia sebisa gue.

Mungkin gue gak berkorban banyak. Pada akhirnya gue gak dipercaya (yang udah gue posting sebelumnya). Meskipun dia minta maaf, terang aja gue udah patah.

Jumat, 23 September 2011

Bernyanyi. Bagi Gue Semangat, Bagi Dosen Tidak

Gak ada yang salah dari bernyanyi bagi gue, gak peduli suara gue kayak kumbang yang kejepit di ketek Mike Tyson. Gue merasa bersemangat kalau ngerjain tugas sambil nyanyi. Sialnya, tadi sore terakhir kali gue bisa nyanyi sambil kuliah Matematika.

Semester baru, mata kuliah baru, dosen baru. Matematika Teknik 3. Entahlah atas dasar apa kadang pihak fakultas mendatangkan dosen dari fakultas lain. Temen gue bilang, "Itu dosen kok ngancam terus yah?" Entahlah, mungkin ada dendam dengan fakultas gue.

Dari ancaman keterlambatan, sampai masalah nilai n hape yang mesti didiamkan. Sampai pada sesuatu yang mencengangkan.

Seperti biasa gue ngerjain tugas sambil nyanyi-nyanyi kecil. Hakim yang duduk di sebelah gue udah muntah karena suara gue merdu bagus dikit-dikit lumayan lah. Man, si Gio yang di sebelah kiri ikutan nyanyi nyambung lagu gue. Gue yang merasa tertantang ngebalas. Mungkin karena terbawa nafsu, suara kami jadi makin nyaring. Sampai...

Kamis, 22 September 2011

Ketika Reliable Menjadi Unreliable

Sejak dulu sampai sekarang, satu prinsip yang gue pegang paling atas adalah kepala. Gak mungkin pantat, apalagi kaki. Bukan, maksud gue adalah apa yang paling gue junjung tinggi adalah apa yang kakek-nenek, ayah-ibu n umat manusia bilang "kepercayaan".

Bokap selalu bilang, "jangan sia-siakan kepercayaan kami." Gue sejak dulu menjadi anak yang patuh. Gue gak mau kepercayaan yang mereka beri hilang n gue tinggal di kolong jembatan.

Bahkan Dasa Dharma Pramuka ke-9 menjadi pengenalan gue di Twitter. Bertanggungjawab n dapat dipercaya. Kerennya, Responsible n reliable.