Kamis, 29 Agustus 2013

Cinta Seekor Jangkrik

Tempat dimana serangga berbunyi
Apakah engkau mengetahuinya?
Di dahan pepohonan taman yang
Mulai berubah menjadi gelap

Diriku yang kau kira hanya teman
Walau menangis disini sendiri
Tidak pernah dirimu sadari
Oh pengalaman yang menyedihkan

Sebelum musim ini usai dan berganti
Ku akan terbang ke suatu tempat

Berada disampingmu membuatku tersiksa
Cinta yang hanya sementara

Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Tersesat di hutan dalam hati ini
Diriku mungkin, mungkin, mungkin
Setidaknya tengok dan lihat kesini

Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Oh teramat singkat kehidupan ini
Sendiri mungkin, mungkin, mungkin
Ingatlah kembali, pernah ada rasa..

..aku suka pada dirimu
Cinta seekor jangkrik


Senin, 19 Agustus 2013

Air Mata Perasaan yang Tak Tersampaikan

Hujan rintik-rintik yang mulai turun
Aku pun menutup layar kisah ini
Bagai menurunkan layar warna perak
Itulah cinta pertama diriku

Ku terus menunggu di jalan yang kedua
Ku ingin panggil namun ku tak bisa
Saat kulihat ke bawah
Bunga ajisai pun menangis

Walau ku sangat ingin bertemu, walau ku menyukaimu, kau jalan berlalu di depan mataku
Walaupun jadi begini aku tetap melihatmu dari tempat ini
Walau ku sangat ingin bertemu, walau ku menyukaimu, kau bahkan tidak menoleh ke arahku
Walaupun kupakai payung pipiku pun tetap basah
Diri ini tak berdaya

Di jalan yang penuh kesedihan ini
Aku berjalan, seorang diri
Dalam hati ini diriku tersesat
Rasa sayang yang tak seorang pun tahu

Bunga ajisai yang suka akan hujan
Memejamkan mata di hari cerah
Mendung yang jauh di sana
Apakah kau yang memikirkannya?

Walau sesedih apapun juga, walaupun tak bisa juga, biarkan aku tetap menjadi gadis
Ku tak akan melupakan jejak langkah kenangan, bertemu denganmu
Walau sesedih apapun juga, walaupun tak bisa juga, suatu hari ku pasti kan teringat
Walaupun harapan aku tidak juga terwujudkan
Ku kan terus bersinar

Selasa, 30 Juli 2013

The Square Root of Three (Akar Tiga Kuadrat)

I’m sure that I will always be,
a lonely number like root three.

The three is all that’s good and right,
why must my three keep out of sight,
beneath the vicious square root sign,
I wish instead I were a nine.

For nine could thwart this evil trick,
with just some quick arithmetic.

I know I’ll never see the sun, as 1.7321,
such is my reality, a sad irrationality.

When hark! What is this I see,
another square root of a three.

As quietly co-waltzing by,
together now we multiply,
to form a number we prefer,
rejoicing as an integer.

We break free from our mortal bonds,
with the wave of magic wands.

Our square root signs become unglued,
your love for me has been renewed.

------

Aku yakin aku akan selalu,
menjadi angka yang kesepian seperti akar tiga.

Tiga adalah semua hal yang baik dan benar,
mengapa aku harus berada,
di bawah tanda akar kuadrat sialan,
aku berharap aku menjadi sembilan.

Karena sembilan dapat menggagalkan trik murahan ini,
dengan hanya beberapa langkah aritmatika mudah.

Aku tahu aku tidak akan pernah melihat matahari, seperti 1,7321,
kenyataannya memang begitu, irasionalitas yang menyedihkan.

Ketika dengarlah! Apa yang kulihat ini,
akar kuadrat tiga yang lain.

Diam-diam aku melangkah mendekat,
bersama kita saling mengalikan,
untuk membentuk angka yang kami suka,
senangnya menjadi sebuah integer.

Kita bebaskan diri dari ikatan fana,
dengan sedikit ayunan tongkat sihir.

Tanda-tanda akar kuadrat kita terkelupas,
cintamu bagiku telah diperbarui.

------

April 2011.

Selasa, 09 Juli 2013

Apakah Kau Melihat Mentari Senja?

Seperti apa hari ini yang telah di lewati, pasti terpikir saat di jalan pulang,
Meski ada hal sedih ataupun hal yang memberatkan,
Tak apa asal yang bahagia lebih banyak.

Karena tidak mau membuat keluarga dan teman, dan orang di sekitar jadi khawatir,
Kau paksakan tersenyum dan membuat kebohongan sedikit,
Janganlah kau pendam semuanya di dalam hati.

Merasakan angin di saat musim berganti,
Dan menyadari bunga di sebelah kaki,
Jika dapat mensyukuri keberadaan kecil itu kita dapat rasakan kebahagian.

Apakah kau melihat langit mentari senja? Waktupun berlalu dan sosoknya terlihat begitu indah, Yeah!
Begitulah hari ini berakhir, malam yang mengulang baru semua telah datang.

Kau bergegas di jalan pulang seorang diri, kenapa tidak hargai dirimu sendiri sedikit lagi,
Yuk! Mari lihat sedikit lebih baik, supaya kau dapat hidup jadi diri sendiri.

Hubungan antar manusia memang merepotkan tapi kita tidak bisa hidup sendiri,
Setiap manusia merupakan makhluk yang lemah,
Kita haruslah hidup saling membantu.

Dan kadang-kadang keluar ucapan kasar, tak sengaja menginjak kaki seseorang,
Atau salah paham dan berbagai hal yang telah terjadi,
Tetapi selalu penuh harapan.

Apakah kau melihat langit mentari senja? Mengajar untuk menerima keadaan saat ini dan terus maju,
Dan bila kehilangan sesuatu pastilah suatu saat nanti hal itu akan tercapai.

Langit sekitar mulai berubah menjadi gelap, dihias oleh titik garis yang terbentuk dari bintang-bintang,
Sampai hari esok tibalah nanti, lihatlah mimpi seperti dirimu sendiri.

Senin, 17 Juni 2013

#RIVERJKT48Keliling2 #Balikpapan

Sabtu pagi yang cerah. Dengan semangat gue memulai pagi saat azan Subuh sekedar untuk sholat n tidur lagi sampai jam 10.

Yap. Sabtu, 15 Juni 2013. Penjualan Single RIVER dari JKT48 menyambangi Balikpapan n beruntungnya gue ada di kota ini karena mereka gak jualan di Banjarmasin. Gue udah excited dari kemarin-kemarin karena seperti yang pembaca tahu gue udah ngibulin lumayan banyak orang dengan cerita bahwa ikut penjualan album Heavy Rotation pas mereka di Banjarmasin. Nyatanya, gue mesan album tersebut dari Adit di Jakarta. Kali ini, setidaknya gue bakalan ngerasain sensasi gimana sih rasanya ngantri album JKT48? Gimana sih rasanya sendirian di tengah-tengah komunitas fans JKT48? Jawabannya bakal terjawab saat gue berangkat ntar.

Setengah 11. Sesuai dengan pemberitahuan penjualan dimulai pada pukul 10.30 WITA. Gue berangkat menuju kantor radio KPFM yang ternyata setelah gue survei lokasi kantornya berada dekat *kalau gak mau disebut di seberang* Kanwil DJBC Kalbagtim, tempat gue magang sementara di Balikpapan ini. Dengan prinsip "anti-bayar parkir", gue numpang parkir di Kanwil. Awalnya ditanya Pak Satpam, "Darimana ya?" Mungkin beliau lupa kalau gue anak magang, jadi dengan tersenyum gue menjawab sejujurnya dengan manis. Alhamdulillah, gue diizinin buat numpang parkir.

Kamis, 13 Juni 2013

Here It Comes! Heavy Rotation!

Oke, sebenarnya udah datang cukup lama. Tapi berhubung datang barangnya pas gue lagi sibuk mau ke Balikpapan karena ada panggilan mendadak *ecie* jadi baru bisa posting sekarang.

Kamis, 30 Mei 2013. Tanpa ada pemberitahuan nomor resi atau apa dari Adit tiba-tiba aja ada sms dari Bokap yang isinya bilang kalau kiriman sudah datang. Saat itu gue sedang di Banjarmasin, masih magang n ngeberesin kerjaan karena siangnya mau pulang ke Martapura. Nah lho, kenapa gue pulang hari Kamis? Padahal kan Jumat masih kerja? Mari kita mundur sehari sebelumnya.

Rabu, 29 Mei 2013. Gue sedang asyik baca-baca contoh nota dinas di ruang Kepatuhan Internal atau KI di KPPBC Banjarmasin. Ya, gue sedang magang di Banjarmasin terhitung sejak 13 Mei. Saat itu, Bapak-Bapak yang bertugas di KI sedang diklat semua. Jadi kedatangan gue disitu seperti angin segar karena selagi beliau-beliau diklat, ada gue yang mem-backup.